Home / Daerah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Pulihkan Pesisir Aceh Tamiang, BSI Dan Relawan Bakti BUMN Tanam 15.000 Mangrove

mm Redaksi

Relawan Bakti BUMN bersama masyarakat melakukan penanaman 15.000 bibit mangrove di lahan kritis seluas 5 hektare di kawasan Sungai Kuruk III, Aceh Tamiang, dalam rangka mendukung pemulihan ekosistem pesisir dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, 16-19 Agustus 2026. Foto: Dok. Istimewa

Relawan Bakti BUMN bersama masyarakat melakukan penanaman 15.000 bibit mangrove di lahan kritis seluas 5 hektare di kawasan Sungai Kuruk III, Aceh Tamiang, dalam rangka mendukung pemulihan ekosistem pesisir dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, 16-19 Agustus 2026. Foto: Dok. Istimewa

Aceh Tamiang – Langkah nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong ekonomi masyarakat pesisir terus digalakkan. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersinergi dengan Program Relawan Bakti BUMN 2026 sukses menggelar aksi penanaman 15.000 bibit pohon mangrove. Aksi hijau ini berlokasi di lahan kritis seluas 5 hektare di kawasan Sungai Kuruk III, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 16 hingga 19 Agustus 2026 ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendukung pencapaian Net Zero Emission dan penguatan ekosistem blue carbon di Indonesia. Pesisir Aceh Tamiang dipilih karena memerlukan perhatian khusus untuk mencegah abrasi serta mengembalikan fungsi ekologis hutan pantai yang mulai tergradasi.

Baca Juga :  Laba Tumbuh 33%, BSI Berhasil Cetak Kinerja Impresif 
Bukan Sekadar Menanam Pohon

Dalam pelaksanaannya, program ini tidak hanya berfokus pada aspek ekologi semata. Kehadiran para Relawan Bakti BUMN dari berbagai klaster perusahaan negara membawa misi perubahan yang lebih luas melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat yang holistik.

Selama empat hari di lapangan, para relawan berkolaborasi aktif dengan komunitas lokal untuk menghadirkan program edukasi lingkungan. Edukasi ini menyasar generasi muda dan warga sekitar agar memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga ekosistem pesisir pasca-penanaman. Warga diajarkan bagaimana merawat bibit mangrove agar memiliki tingkat kelangsungan hidup (survival rate) yang tinggi.

Baca Juga :  Sambut Hari Donor Darah se-Dunia, Pj Bupati Iswanto Donor Darah ke-25
Mendorong Kemandirian UMKM Berkelanjutan

Selain pemulihan alam, BSI dan Relawan Bakti BUMN juga menyuntikkan program pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkelanjutan. Potensi komoditas lokal di sekitar Sungai Kuruk III dipetakan untuk kemudian diintegrasikan dengan pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital.

Melalui program ini, masyarakat tidak hanya berperan sebagai penjaga pantai, tetapi juga didorong mampu menciptakan peluang ekonomi baru berbasis pemanfaatan lingkungan yang ramah alam. Keberlanjutan ekonomi inilah yang diharapkan menjadi motor penggerak kesejahteraan warga dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Aktivis Perempuan sebut Ketua DPRA Alergi terkait upaya hukum yang dilakukan Polda Aceh
Investasi Masa Depan Generasi

Setiap bibit mangrove yang ditanam hari ini dinilai sebagai investasi besar. Manajemen BSI menekankan bahwa aksi kolaboratif ini merupakan langkah konkret untuk membangun benteng pesisir yang lebih tangguh terhadap ancaman perubahan iklim.

Sinergi antara BSI, Kementerian BUMN, para relawan, dan masyarakat Aceh Tamiang menjadi bukti bahwa pemulihan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan. Langkah kecil di Sungai Kuruk III ini diharapkan mampu menginspirasi gerakan serupa di berbagai wilayah pesisir Indonesia demi masa depan generasi yang lebih hijau dan sejahtera.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Warga Maheng Tak Bisa Tidur Tunggu Kehadiran Kapolda Aceh

Daerah

Kapolda Aceh Resmikan Pematangan Lahan Huntap Polri untuk Korban Bencana di Tamiang

Daerah

Kemenkum Aceh Terima Kunjungan Kerja Anggota Komisi XIII DPR RI

Daerah

Emi Suharni: Lawan Hipertensi Lewat Prolanis dan Telemedicine JKN

Daerah

Pembangunan Huntap lancar, Hadirkan Harapan Baru untuk Warga terdampak banjir di Aceh Utara

Aceh Timur

Kasatreskrim Polres Aceh Timur: Penembakan Rumah Anggota Polri Tidak Terkait Pilkada

Daerah

Panwaslih Pidie Jaya Tutup Mata Terhadap Pelanggaran Pilkada

Daerah

Skandal Wastafel Rp43,7 Miliar, KPK : perkara tersebut ditangani oleh Polda Aceh