Home / Advetorial / Banda Aceh

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:02 WIB

Rumahtangga dan Pasar Pemasok Sampah Terbesar di Banda Aceh

mm Redaksi

Tampak sampah Pasar memenuhi tampungan yang tersedia, Pasar tradisional merupakan pemasok sampah tersebar kedua setelah Rumah tangga di Kota Banda Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Tampak sampah Pasar memenuhi tampungan yang tersedia, Pasar tradisional merupakan pemasok sampah tersebar kedua setelah Rumah tangga di Kota Banda Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Kota Banda Aceh saat belum mampu meminimalisirkan produksi sampah dari jumlah sebelumnya. Sedikitnya 250- 280 ton perhari.

Dikutip dari data Dinas Lingingan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Kota Banda Aceh menyebutkan sedikitnya ada dua sumber pemasok sampah terbesar hingga tahun 2026 ini.

Namun, rumahtangga merupakan pemasok utama denga jumlah sampah mencapai 60 persen dari jumlah total sampah di Banda Aceh perharinya.

Baca Juga :  Gawat, BAKI Segera Sidang Perkara Gugatan terhadap KONI Aceh

Sampah yang dihasilkan dari rumahtangga terdiri dari berbagai jenis dengan dominan sampah sisa makanan.

“Produsen terbesar sampah di Banda Aceh adalah sektor rumah tangga yang menghasilkan lebih dari 60% dari total volume sampah, ” tulis Web site DLHK3 Kota Banda Aceh.

Selanjutnya, pemasok sampah yang tidak kalah besarnya dari sektor publik atau pasar. Dari sektor tersebut sampah berupa sisa penjualan para pedagang setiap harinya.

Baca Juga :  Baitul Mal Aceh Berikan Bantuan Terhadap 13 KK Korban Kebakaran

Dengan jenis dominan sampah yang dihasilkan berupa plastik dan sisa barang dagangan yang tidak dapat digunakan lagi akibat busuk.

“Pusat perbelanjaan, pasar tradisional, hotel, dan fasilitas publik turut menyumbang volume harian yang cukup signifikan. Sampah dari sumber-sumber tersebut bermuara dan dikelola di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Jawa, ” demikian rilis Web Site tersebut.

Sementara untuk waktu dominan jumlah sampah meningkat terutama pada menjelang hari raya karena intensitas jumlah pengunjung pasar tradisional meningkat. Selain itu produksi sampah juga terjadi peningkatan sepanjang bulan puasa berlangsung.

Baca Juga :  Menjajal Wisata Krueng dan Arung Jeram di Pidie Jaya

Pada beberapa kesempatan Pemerintah Kota Banda Aceh mengharapkan dapat secepat mungkin beroperasi maksimal TPA Regional di Blang Bintang yang diyakini mampu menampung jumlah sampah yang ada, mengingat kapasitas data tampung TPA milik Kota Banda Aceh di Gampong Jawa telah melebihi kapasitas. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Advetorial

Ramadhan Berilmu: DPKA Aceh Ajak Masyarakat Isi Waktu Puasa dengan Berkunjung ke Mall Baca

Advetorial

Ribuan Tenaga Kerja di Kota Banda Aceh Dapat Jaminan Kematian Dari Pemerintah

Advetorial

Ragam Budaya Dalam Kehidupan Masyarakat Provinsi Aceh

Advetorial

Komunitas Vespa Diharap Jadi Pilar untuk Promosikan Pariwisata dan Budaya Aceh

Advetorial

Gandeng Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK, BPKA Gelar FGD Penyusunan Naskah Raqan Pajak Aceh

Banda Aceh

473 PPPK Paruh Waktu Banda Aceh Teken Perjanjian Kerja di BKPSDM

Advetorial

Dessy Maulidha Dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Kota Banda Aceh, Dorong Kolaborasi untuk Budaya Membaca

Advetorial

Ruang Diorama Kearsipan Aceh Menyongsong Masa Depan Melalui Sejarah