Home / Banda Aceh / Pemerintah Aceh

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:37 WIB

Serangan ke Sekda Aceh Adalah Provokasi, Bukan Kritik Konstruktif

mm Teuku Nizar

Polem Muda Ahmad Yani. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Polem Muda Ahmad Yani. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Banda Aceh – Forum Komunikasi Perdamaian dan Perjuangan Aceh (FKPPA) mengeluarkan pernyataan terkait serangan yang deras terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir.

Ketua FKPPA, Polem Muda Ahmad Yani, menyatakan bahwa kritik tajam yang muncul belakangan ini sudah tidak bersifat konstruktif.

Polem menjelaskan bahwa pihaknya menemukan indikasi kuat tentang latar belakang serangan sistematis tersebut.

Tim FKPPA melakukan penelusuran dan menduga bahwa oknum pengamat yang aktif menyerang pernah mengikuti seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama eselon II di Dinas Kesehatan Aceh, namun tidak lolos.

“Pengamat ini menggunakan narasi provokasi untuk melampiaskan kekesalan politik karena gagal masuk tiga besar seleksi,” tegas Polem.

Baca Juga :  Biro Pengadaan Barang dan Jasa Aceh Gelar Seminar Audit Pengadaan Barang/Jasa melalui E-Katalog

Polem menambahkan, pihaknya sangat menyesalkan bahwa integritas intelektual kampus bisa terkalahkan oleh rasa sakit hati kepada Sekda yang menjabat sebagai Ketua Panitia Seleksi saat itu.

Polem menegaskan bahwa tuduhan tentang pemangkasan anggaran Rumah Dhuafa dan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) untuk menaikkan Tunjangan Profesi PNS (TPP) tidak memiliki dasar dan termasuk bentuk pembusukan politik.

Tim FKPPA mengklarifikasi bahwa anggaran TPP senilai Rp1,5 triliun berasal dari dana transfer Pemerintah Pusat.

Sementara untuk JKA, Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) di bawah arahan Gubernur Mualem berkomitmen penuh untuk mengalokasikan dana yang diperlukan.

Baca Juga :  DPMG Banda Aceh Gelar Pelatihan Manajemen BUMG untuk Tingkatkan Kapasitas Pengelola

Polem juga mengajukan pertanyaan tentang perubahan pos anggaran JKA ke kategori ‘Pokir’ yang dilakukan oleh beberapa pihak di legislatif.

“Masyarakat harus tahu siapa yang melakukan intervensi anggaran untuk kepentingan pribadi di tengah kondisi banjir yang melanda Aceh,” tegasnya.

Polem mengingatkan bahwa M. Nasir adalah kader senior yang telah bekerja bersama Gubernur Mualem selama lebih dari 15 tahun. Kolaborasi mereka sudah berjalan jauh sebelum Nasir menjabat di KONI dan kemudian menjadi Sekda Aceh.

“Beberapa pihak menyerang Sekda karena tidak berani menghadapi Gubernur secara langsung,” sebut Polem.

Ia menduga ada aktor intelektual yang menggunakan berbagai isu tersebut untuk menyerangnya mulai dari tuduhan korupsi dana KONI, pemangkasan anggaran JKA, hingga masalah personal nikah siri.

Baca Juga :  OJK Cabut Izin Usaha PT Sarana Aceh Ventura

“Semua tuduhan ini belum pernah mendapatkan bukti yang kuat,” tambah Polem.

Mantan Ketua Forum Komunikasi Aneuk Bangsa (Forkab) Aceh ini mengajak untuk selalu menjaga etika dan keadilan dalam menyampaikan pendapat.

“Saya sangat menghargai sikap Sekda Nasir yang tetap fokus menjalankan tugasnya di bawah instruksi Gubernur dan Wakil Gubernur,” katanya.

Polem juga berpesan kepada para pengamat jangan biarkan rasa kebencian melahirkan ketidak adilan.

“Keadilan adalah bagian dari ketakwaan kita kepada Tuhan,” tutup Polem.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Keagamaan

Mualem Sambut Kunjungan Silaturahmi Pimpinan MPU Aceh

Pemerintah Aceh

Kadisdik Aceh Dorong ASN Disdik Miliki Growth Mindset dan Tingkatkan Kompetensi Siswa

Pemerintah Aceh

Mensos Saifullah Yusuf dan Wagub Aceh Tinjau Sekolah Rakyat di Aceh Besar, Dukung Pendidikan Gratis bagi Anak Miskin

Advetorial

Pemerintah Dorong Generasi Muda Peduli Kelestarian Lingkungan

News

Sahuti Instruksi Gubernur, Kepala DPMPTSP Aceh Galang Bantuan Kemanusiaan Buat Palestina

Banda Aceh

Tanpa Kembang Api dan Petasan, Malam Tahun Baru 2026 di Banda Aceh Berlangsung Kondusif

Aceh Besar

Muhajir Resmi Jabat Plt Kadiskominfo Aceh Besar, Tekankan Soliditas dan Transformasi Digital

Banda Aceh

Subuh Berjamaah, Cara Pj Wali Kota Almuniza Ajak Warga Makmurkan Masjid