Banda Aceh – Pemerintah Provinsi Aceh melalui Juru Bicara (Jubir), Muhammad MTA menyatakan, hingga saat ini Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) belum menyampaikan klasifikasi data Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran maupun negara-negara Timur Tengah lainnya berdasarkan asal daerah, termasuk Aceh.
“Sampai saat ini pihak Kemenlu belum menyampaikan klasifikasi WNI menurut asal daerah masing-masing termasuk Aceh. Baik yang berada di Iran maupun kawasan Timur Tengah lainnya,” kata MTA dalam keterangan resminya yang diterima Kantor Berita NOA.co.id, Sabtu (7/3/2026).
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan Saat ini prioritas utama Kementerian Luar Negeri dan KBRI Teheran adalah memastikan keselamatan dan pelindungan seluruh WNI yang berada di Iran, khususnya mereka yang dinilai memerlukan penanganan segera dalam rencana evakuasi.
“Dalam situasi seperti ini, perhatian kami difokuskan pada aspek keselamatan, lokasi, serta tingkat urgensi penanganan masing-masing WNI,” Kata kata Yvonne dalam pesan singkat kepada Kantor Berita NOA.co.id, Minggu, 8 Maret 2026.
Ia menjelaskan Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Teheran terus melakukan komunikasi intensif dengan para WNI terkait dan memantau perkembangan situasi secara saksama.
“Agar setiap langkah baik pelindungan dan evakuasi dapat berjalan dengan aman dan tepat,” Ujarnya.
Sebelumnya, MTA juga menyampaikan, kondisi WNI yang berada di negara-negara Timur Tengah lainnya dilaporkan relatif aman.
“Saat ini Pemerintah Provinsi Aceh melalui BPPA di Jakarta terus melakukan koordinasi dengan pihak Kemenlu terkait perkembangan ini” pungkasnya.
Editor: Amiruddin. MK














