Home / Peristiwa

Jumat, 24 April 2026 - 18:14 WIB

HKB 2026, BPBD Banda Aceh Uji Sirene EWS dan Jalur Evakuasi

mm Redaksi

Petugas BPBD Banda Aceh memeriksa sirene peringatan dini tsunami menjelang uji coba Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Banda Aceh, Jumat (24/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Petugas BPBD Banda Aceh memeriksa sirene peringatan dini tsunami menjelang uji coba Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Banda Aceh, Jumat (24/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Sirene peringatan dini akan kembali dibunyikan di Banda Aceh pada 26 April 2026. Bukan sekadar seremoni, uji coba ini menjadi penentu sejauh mana kesiapan warga dan infrastruktur menghadapi bencana.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh menjadikan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 sebagai momentum untuk menguji langsung sistem Early Warning System (EWS) sekaligus kesiapan jalur evakuasi di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Banda Aceh, Cut Ahmad Putra, mengatakan sirene EWS harus dipahami sebagai tanda bahaya yang menuntut respons cepat dari masyarakat.

Baca Juga :  Gerak Cepat, Personil Kodim 0115/Simeulue Bantu Padamkan Kebakaran di Desa Kampung Air

“Ketika sirene berbunyi, masyarakat harus tahu apa yang harus dilakukan dan ke mana harus menuju. Itu yang sedang kita latih,” ujarnya.

Saat ini, EWS yang masih aktif tersebar di beberapa titik, seperti kawasan Jalan Cut Mutia, Taman Putroe Phang, Kantor Camat Baiturrahman, Indrapuri, Keutapang, hingga Kilometer Nol. Seluruh titik ini akan diuji untuk memastikan sistem berjalan dengan baik.

Baca Juga :  Kemlu RI Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban Gempa M 6,9 di Filipina

Namun, BPBD menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada alat. Jalur evakuasi, rambu penunjuk arah, titik kumpul, hingga Tempat Evakuasi Sementara (TES) dan gedung evakuasi juga terus dievaluasi agar benar-benar siap digunakan saat darurat.

“Jalur evakuasi harus terus diperbarui dan disosialisasikan. Percuma ada jika masyarakat tidak tahu rutenya,” kata Cut Ahmad Putra.

Baca Juga :  Lima Kecamatan Terdampak Akibat Banjir dan Longsor di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi

Melalui simulasi yang dilakukan, BPBD ingin memastikan seluruh sistem mulai dari sirene, jalur evakuasi, hingga respons masyarakat berjalan selaras. Ini dinilai penting, terutama untuk menghadapi ancaman gempa dan tsunami di wilayah Banda Aceh.

BPBD berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mengetahui prosedur evakuasi, tetapi juga terbiasa bertindak cepat saat bencana terjadi.

“Kesiapsiagaan harus jadi kebiasaan, bukan hanya saat peringatan tahunan,” tegasnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Kasum TNI Tegaskan Peran Berkelanjutan TNI dalam Penanganan Bencana Sumatra

Daerah

Gubernur Aceh Tidak Peduli terkait Pindahnya 4 Pulau Aceh Singkil ke Sumut

Peristiwa

Truk Terguling di Simpang Dodik, Muatan Sawit Brondol Tumpah Ruah ke Jalan

Aceh Barat

Bupati dan Wabup Aceh Barat Tinjau Lokasi Banjir, Salurkan Bantuan Darurat ke Titik-Titik Terdampak

Hukrim

Dua Kapal dan 19 ABK WNI Asal Aceh Diamankan Otoritas Thailand

Daerah

LMND Pertanyakan Transparansi Dugaan Pelanggaran K3 Pabrik Kelapa Sawit di Aceh Singkil 

Internasional

15 WNI di Perbatasan Thailand-Kamboja, Kemlu RI: Sejauh Ini Tidak Terdampak

Daerah

KP3 Diminta Perketat Pengawasan Pupuk di Aceh Singkil