Home / Pendidikan / Peristiwa

Kamis, 23 April 2026 - 11:22 WIB

4 Bulan Gaji Guru SMPN 13 Aceh Besar Belum Cair, Program Tahfidz Disorot

mm Redaksi

Pengamat sosial, Usman Lamreung. Foto: Dok. Istimewa

Pengamat sosial, Usman Lamreung. Foto: Dok. Istimewa

Kota Jantho — Permasalahan serius mencuat di dunia pendidikan Aceh Besar. Para guru di SMP Negeri 13 Al Fauzul Kabir dilaporkan belum menerima gaji selama empat bulan terakhir.

Kondisi ini menjadi sorotan publik, terutama karena sekolah tersebut merupakan bagian dari program unggulan “satu gampong satu tahfidz” yang digagas pemerintah daerah.

Berdasarkan laporan yang beredar, hingga memasuki April 2026 para tenaga pengajar masih belum menerima hak mereka, bahkan status pengangkatan melalui Surat Keputusan (SK) disebut belum memiliki kejelasan.

Baca Juga :  TPPO Hantui Pekerja Perikanan Domestik

Pengamat sosial, Usman Lamreung, menilai persoalan ini bukan sekadar kendala administratif, melainkan mencerminkan lemahnya tata kelola program pendidikan berbasis syariat di daerah.

“Ketika guru tidak mendapatkan hak dasarnya, maka program sebesar apa pun akan kehilangan fondasi utamanya,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Mualem: Al-Qur’an Akan Jadi Prioritas Utama dalam Pendidikan dan Seleksi TNI/Polri di Aceh

Menurutnya, kegagalan dalam memastikan kesejahteraan tenaga pendidik menunjukkan adanya disorientasi kebijakan. Ia menilai evaluasi dan perencanaan anggaran yang seharusnya dilakukan setiap akhir tahun tidak berjalan optimal.

Program tahfidz yang bertujuan mencetak generasi Qurani justru dinilai menghadapi ironi di lapangan. Di satu sisi pemerintah menggaungkan penguatan pendidikan berbasis Al-Qur’an, namun di sisi lain hak dasar guru sebagai ujung tombak pendidikan justru terabaikan.

Baca Juga :  Kakanwil Ditjenpas Aceh Tinjau Dampak Banjir di LPP Sigli

Kondisi ini memunculkan kritik tajam terhadap komitmen pemerintah daerah dalam mengawal program strategis tersebut. Publik pun mulai mempertanyakan keseriusan pengelolaan pendidikan di Aceh Besar, terutama dalam menjamin kesejahteraan tenaga pendidik.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Internasional

Kemlu RI dan Enam Perwakilan terus pantau dari dekat kebijakan imigrasi AS

Internasional

Kemlu RI melalui KBRI Den Haag Imbau WNI Waspada Badai Saljlu Melanda Belanda

Pendidikan

UNADA Banda Aceh Jadi Tuan Rumah Kuliah Umum dan MoU Penguatan Kurikulum-Akreditasi

Aceh Besar

EduFun Bangun Keberanian Anak di Rumah Baca Lentera Habibi

Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Antar Dua Anak Yatim ke Sekolah pada Hari Pertama Masuk

Internasional

Penjelasan Posisi Indonesia terkait Pasukan Stabilisasi Internasional

Daerah

STISIP Al Washliyah Menggelar Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Lampanah, Aceh Besar

Daerah

Penjelasan BNPB terkait Dugaan Pemangkasan Data Penerima Bantuan Rehab Rumah di Aceh Singkil