Sigli – Kontingen taekwondo Pidie tampil impresif pada ajang Pra PORA 2026 dengan memborong sejumlah medali dari nomor kyorugi maupun poomsae. Tiga atlet berhasil mempersembahkan medali emas dan membuka peluang besar bagi Pidie untuk melangkah mantap menuju PORA mendatang.
Sementara dari 23 atlet taekwondo yang ikut Pra PORA tahun 2026, hanya 3 diantara mereka yang tidak lolos ke PORA Aceh Jaya yang akan digelar akhir tahun 2026 nanti.
Tiga emas Pidie dipersembahkan oleh Rama, Ryan dan Zakirna yang tampil dominan di kelas masing-masing. Keberhasilan tersebut menjadi suntikan moral penting bagi kontingen berjuluk Bumi Pedir itu dalam persaingan menuju multi-event olahraga terbesar di Aceh.
Tak hanya emas, Pidie juga sukses mengoleksi tiga medali perak. Rizky dan Renza harus puas berada di posisi kedua setelah melalui pertarungan ketat di nomor kyorugi. Sementara satu perak lainnya datang dari nomor poomsae beregu putra yang diperkuat Hedyan, Zayyan dan Zaidan.
Sementara di posisi ketiga, empat medali perunggu turut diamankan Pidie. Zakiaturrahmi, Vanesa dan Salsa menyumbangkan medali dari nomor perorangan. Sedangkan satu perunggu tambahan diraih tim poomsae beregu putri yang dihuni Siti, Azzalia dan Fataya.
Pada nomor kyorugi putra, Pidie menurunkan sejumlah atlet di berbagai kelas, yakni Rizky di kelas fin (54 kg), Rama pada fly (58 kg), Maulizar di bantam (63 kg), Bagus pada feather (68 kg), Ryan di light (74 kg), Renja pada middle (87 kg), serta Ariq di kelas heavy over 87 kilogram.
Di sektor putri, Pidie diperkuat Vanesa pada kelas fin (46 kg), Zakia di fly (49 kg), Airi pada bantam (53 kg), Salsa di feather (57 kg), dan Zakia kembali turun di kelas light (62 kg).
Sementara pada nomor poomsae, Pidie menurunkan tim beregu putri yang dihuni Siti, Azzalia dan Fataya. Sedangkan tim beregu putra diperkuat Hedyan, Zayyan dan Zaidan. Hedyan juga tampil pada nomor individual putra.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan taekwondo Pidie. Dengan raihan medali yang cukup kompetitif di Pra PORA, peluang meloloskan lebih banyak atlet ke PORA semakin terbuka lebar. Dukungan pembinaan dan persiapan yang matang kini menjadi kunci agar prestasi tersebut dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan pada pentas sesungguhnya.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita











