BANDA ACEH — Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat berbagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan melindungi daya beli masyarakat melalui pengendalian inflasi yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
Upaya yang dijalankan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Banda Aceh mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan hasil evaluasi dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah tahun 2026, tingkat inflasi Kota Banda Aceh pada April 2026 secara tahunan (year on year/yoy) tercatat sebesar 3,43 persen, menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 5,20 persen. Sementara inflasi bulanan (month to month/mtm) berada pada angka 0,13 persen.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal melalui Kepala Bagian Ekonomi Pemerintah Kota Banda Aceh, Harisman, menyampaikan bahwa tren penurunan inflasi tersebut menjadi indikator bahwa berbagai langkah pengendalian yang dilakukan pemerintah bersama seluruh pihak terkait mulai berjalan efektif.
“Pemerintah Kota Banda Aceh terus berupaya menjaga kestabilan harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau. Pengendalian inflasi bukan hanya soal angka, tetapi juga menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, pada Senin (18/5/2026).
Menurut Harisman, pengendalian inflasi dilakukan melalui koordinasi intensif antar instansi, pemantauan harga secara berkala, penguatan distribusi bahan pokok, hingga pelaksanaan berbagai program intervensi pasar.
Sejumlah komoditas tercatat memberi andil terhadap perkembangan inflasi Kota Banda Aceh. Secara bulanan, angkutan udara menjadi penyumbang inflasi tertinggi, diikuti bahan bakar rumah tangga, ikan tongkol, kue basah, serta laptop atau notebook.
Sementara beberapa komoditas turut memberikan kontribusi terhadap penurunan tekanan inflasi, di antaranya udang basah, emas perhiasan, cabai merah, daging ayam ras, dan cumi-cumi.
Pemerintah Kota Banda Aceh juga terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk instansi vertikal, pelaku usaha, distributor, dan seluruh unsur TPID agar langkah pengendalian dapat berjalan secara cepat dan terukur.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap masyarakat tetap merasakan stabilitas harga di pasaran, terutama menjelang periode meningkatnya kebutuhan masyarakat pada momen tertentu.
“Pemko Banda Aceh akan terus hadir melalui berbagai program pengendalian inflasi agar kondisi ekonomi masyarakat tetap terjaga dan aktivitas ekonomi berjalan secara baik,” kata Harisman.
Pemerintah Kota Banda Aceh menilai pengendalian inflasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh pihak agar kesejahteraan masyarakat dapat terus terjaga secara berkelanjutan. (Adv)
Editor: RedaksiReporter: Redaksi











