Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya pengendalian AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria dengan melibatkan keuchik, ulama, kader kesehatan, sekolah, hingga organisasi masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk menekan angka kasus penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan di ibu kota Provinsi Aceh.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan pengendalian AIDS, TBC, dan malaria tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan atau fasilitas pelayanan kesehatan. Menurutnya, keberhasilan pencegahan sangat bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat hingga tingkat gampong.
“Kolaborasi lintas sektor terkait AIDS, TBC, dan malaria terus kami perkuat. Untuk malaria memang tidak ada kasus dan status eliminasi berhasil dipertahankan, tetapi kewaspadaan harus tetap dijaga. Sementara untuk AIDS dan TBC, upaya pencegahan dan penanganan harus terus diperkuat,” kata Illiza, Minggu (24/5/2026).
Di sisi lain, capaian penemuan dan pelaporan kasus TBC masih belum memenuhi target. Berdasarkan data akhir 2025 lalu, notifikasi kasus TBC di Banda Aceh baru mencapai 53 persen, masih di bawah target nasional sebesar 67,5 persen.

Menurut Illiza, data tersebut menunjukkan bahwa ancaman penyakit menular masih nyata dan membutuhkan kerja bersama seluruh pihak. Karena itu, pemerintah akan mengoptimalkan peran aparatur gampong, Tim Penggerak PKK, Dinas Pendidikan, kader kesehatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk memperluas edukasi kesehatan kepada warga.
“Kesehatan bukan hanya urusan sektor kesehatan. Ini juga menyangkut pembangunan, ekonomi, sosial, dan kemanusiaan. Karena itu semua pihak harus terlibat,” ujarnya.
Pemerintah Kota Banda Aceh juga akan memanfaatkan forum-forum keagamaan sebagai sarana edukasi kesehatan. Informasi mengenai pencegahan HIV, pengobatan TBC, serta upaya mempertahankan eliminasi malaria akan disampaikan melalui pengajian, ceramah, dan kegiatan keagamaan lainnya agar lebih mudah diterima masyarakat.
Peran keuchik dan perangkat gampong juga diperkuat sebagai ujung tombak penyebaran informasi kesehatan di tingkat masyarakat. Melalui pendekatan berbasis komunitas, pemerintah berharap edukasi mengenai deteksi dini, pengobatan, dan pencegahan penyakit menular dapat menjangkau lebih banyak warga hingga ke tingkat keluarga.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, mengatakan penguatan kemitraan lintas sektor diharapkan melahirkan langkah-langkah konkret dalam pengendalian AIDS, TBC, dan malaria. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci untuk mempercepat pencapaian target eliminasi penyakit menular sebagaimana ditetapkan pemerintah nasional dan target global 2030.
Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap upaya pengendalian AIDS, TBC, dan malaria tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga mampu membangun kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini sehingga angka kasus baru dapat terus ditekan. (Adv)
Editor: Amiruddin. MK











