Home / Advetorial / Banda Aceh / Pemko Banda Aceh

Senin, 25 Mei 2026 - 15:14 WIB

Pemko Banda Aceh Tegaskan Penataan PKL Bukan Larangan Berdagang, UMKM Disiapkan Zona Khusus

mm Redaksi

Petugas Satpol PP WH Banda Aceh menertibkan mobil kopi yang berjualan di jalan Daud Beureueh, Kuta Alam, Banda Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Petugas Satpol PP WH Banda Aceh menertibkan mobil kopi yang berjualan di jalan Daud Beureueh, Kuta Alam, Banda Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh menegaskan penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan mobil kopi (coffee car) di sepanjang Jalan Tgk Daud Beureueh bukan upaya membatasi aktivitas usaha masyarakat, melainkan bagian dari penataan perdagangan dan ruang publik agar aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih tertib.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, mengatakan pemerintah tetap memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro untuk berjualan. Namun aktivitas perdagangan harus berlangsung pada lokasi yang telah ditetapkan agar tidak mengganggu fungsi trotoar, pedestrian, dan akses publik.

“Pedagang kaki lima tidak mungkin dihilangkan. Yang kita lakukan adalah menata lokasi usahanya agar sesuai dengan aturan tata kota,” kata Bukhari.

Baca Juga :  Jadi Ikon Kota Takengon, Yuk Intip Potret Keindahan Wisata Danau Lut Tawar dengan Luas 5.472 Hektare

Menurutnya, Jalan Tgk Daud Beureueh telah ditetapkan sebagai zona merah berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Banda Aceh Nomor 284 Tahun 2025 tentang Penetapan Zona dan Lokasi Binaan Pedagang Kaki Lima. Dengan status tersebut, kawasan itu tidak diperbolehkan digunakan sebagai tempat berjualan.

Selama ini, kata dia, sebagian pedagang memanfaatkan trotoar dan jalur pedestrian untuk menjalankan usaha. Kondisi tersebut dinilai mengurangi kenyamanan pejalan kaki, mengganggu akses publik, serta berdampak terhadap kelancaran lalu lintas dan ketersediaan ruang parkir di kawasan perdagangan yang padat aktivitas.

Karena itu, penertiban yang dilakukan Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) bertujuan mengembalikan fungsi fasilitas umum sekaligus menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Baca Juga :  Sertijab Kepala Dinas Pendidikan Aceh Penuh Keakraban

Sebagai solusi, Pemko Banda Aceh telah menyediakan sejumlah kawasan yang dapat dimanfaatkan oleh PKL dan coffee car untuk beroperasi. Beberapa lokasi tersebut antara lain kawasan Stadion H Dimurthala Lampineung, Jalan Ali Hasyimi Pango, Jalan Panglima Nyak Makam, Jalan Tgk Chik Pante Kulu, serta Jalan T Iskandar.

Bukhari menjelaskan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut tetap diatur melalui sistem zonasi dan pembatasan waktu operasional. Pedagang diperbolehkan berjualan mulai pukul 16.30 WIB hingga 23.00 WIB agar aktivitas ekonomi dapat berjalan tanpa mengganggu fungsi jalan dan kepentingan masyarakat umum.

Baca Juga :  Dari Posyandu hingga Edukasi Keluarga, Banda Aceh Percepat Penurunan Stunting

“Pemerintah berusaha mencari titik keseimbangan antara kebutuhan pelaku usaha dan kepentingan publik. Karena itu lokasi, jam operasional, hingga pola parkir harus diatur agar tidak menimbulkan kemacetan dan gangguan terhadap fasilitas umum,” ujarnya.

Ia menilai sistem zonasi menjadi instrumen penting dalam mendukung pertumbuhan UMKM sekaligus menjaga wajah kota. Dengan penataan yang lebih teratur, aktivitas perdagangan tetap dapat berkembang tanpa mengorbankan kenyamanan masyarakat maupun fungsi ruang publik.

Pemko Banda Aceh berharap para pedagang dapat memanfaatkan lokasi yang telah disediakan dan mematuhi ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan iklim perdagangan yang sehat, tertib, dan berkelanjutan di ibu kota provinsi. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Advetorial

Pemkab Aceh Selatan Rekrut Direksi PDAM Tirta Naga Tapaktuan 

Advetorial

12 Destinasi di Aceh Masuk Nominasi API 2022, Berikut Cara Memberikan Dukungannya

Ekbis

Sekdako Banda Aceh Buka Peukan Moto Aceh 2026, Dorong Transisi Kendaraan Ramah Lingkungan

Banda Aceh

Komnas HAM Perwakilan Aceh Terima Kunjungan BHRC

Advetorial

Tingkatkan Kapasitas Kebencanaan, Japan International Cooperation Agency Kunjungi Museum Tsunami Aceh

Banda Aceh

Libur Sekolah, Perekaman KTP-el Pemula di Banda Aceh Naik Lebih 300 Persen

Advetorial

Menikmati Hangatnya Kolam Pemandian Air Panas di Beungga

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Illiza Hadiri Komitmen Pembudayaan Keamanan Pangan di SMPN 10 Banda Aceh