Home / Advetorial / Banda Aceh / Kesehatan

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:34 WIB

Dinkes Banda Aceh Gencarkan Sosialisasi untuk Tekan Kasus TBC

mm Redaksi

Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh, Wahyudi. Foto: Dok. Istimewa

Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh, Wahyudi. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh menegaskan edukasi dan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat menjadi langkah paling efektif dalam mencegah penyebaran tuberkulosis (TBC) yang hingga kini masih menjadi salah satu penyakit menular dengan jumlah kasus cukup tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, mengatakan upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui pengobatan pasien, tetapi juga dengan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit tersebut.

“Sosialisasi dan edukasi secara kontinu kepada masyarakat terkait pencegahan, tanda dan gejala, serta apa yang perlu dilakukan untuk mendapatkan pelayanan TBC di fasilitas kesehatan menjadi langkah pencegahan yang paling penting,” kata Wahyudi, Kamis (4/6/2026).

Baca Juga :  Dinsos Kota Banda Aceh dan Kecamatan Ulee Kareng Gelar pertemuan Bahas Pergub Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang JKA
Pihak tenaga kesehatan memberikan edukasi kepada masyarakat kota untuk tekan angka TBC. Foto: Dok. Istimewa

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami gejala awal TBC sehingga terlambat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Padahal, deteksi dan penanganan sejak dini menjadi kunci untuk memutus rantai penularan.

Dinas Kesehatan terus melibatkan kader kesehatan dan petugas puskesmas dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat di berbagai wilayah Kota Banda Aceh. Edukasi tersebut mencakup cara penularan TBC, pentingnya menjaga etika batuk, mengenali gejala penyakit, hingga pentingnya menjalani pengobatan sampai tuntas.

Baca Juga :  DPMG Dorong Lahirnya Pemimpin Perempuan di Gampong, Partisipasi Aparatur Masih 18 Persen

Wahyudi menjelaskan, masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan lebih dari dua minggu, demam, penurunan berat badan, dan keringat malam dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, edukasi juga bertujuan menghilangkan berbagai anggapan keliru yang masih berkembang terkait TBC.

Menurutnya, sebagian masyarakat masih mengaitkan TBC dengan stigma negatif sehingga penderita kerap enggan memeriksakan diri atau terbuka mengenai kondisi yang dialaminya.

Baca Juga :  Pemko Banda Aceh Serius Tangani Anak Tidak Sekolah, Simak Caranya!

Karena itu, Dinas Kesehatan terus memperkuat kampanye kesehatan melalui berbagai kegiatan sosialisasi yang melibatkan kader, petugas puskesmas, serta unsur masyarakat lainnya. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa TBC bisa disembuhkan dan penularannya dapat dicegah jika ditemukan serta diobati lebih awal,” ujarnya.

Dinas Kesehatan berharap upaya edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga sekaligus menekan angka penularan TBC di Kota Banda Aceh. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Advetorial

Car Free Night Taman Inen Mayak Teri, Destinasi Wisata Malam di Kota Takengon

Daerah

Dinas Kesehatan Banda Aceh Gelar Evaluasi Sistem Rujukan Berbasis Kompetensi Tahun 2025

Advetorial

Pustaka Keliling Goes to School: DPKA Hidupkan Semangat Baca dari Halaman Sekolah

Advetorial

Talitha Athifa Siswa SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe Raih Juara Pertama Lomba Resensi Buku Tingkat Aceh

Advetorial

Kabar Baik, Raqan Pemajuan Kebudayaan Aceh Masuk Prolega Prioritas 2023

Banda Aceh

Satpol PP WH Banda Aceh Tertibkan PKL di Jembatan Peunayong, Risiko Macet Jadi Alasan Utama

Banda Aceh

Ketua TP PKK Banda Aceh Tinjau Posyandu Seroja Lampoh Daya, Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

Advetorial

Penipuan Berkedok Aktivasi IKD Marak di Banda Aceh, Disdukcapil Imbau Warga Waspada