Bireuen – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Partai Nasdem Ir. H. Saifuddin Muhammad atau Ayah Fod, menggelar kegiatan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat daerah pemilihan(Dapil) dibeberapa wilayah dalam Kabupaten Bireuen.
Pada pertemuan acara rises dengan masyarakat dan tokoh masyarakat turut berlangsung di Gedung Aula kantor Camat Kecamatan Peudada pada Jumat sore hari (12/6/2026).
Kegiatan yang dimulai usai salat Asar hingga pukul 18.00 WIB tersebut, turut dihadiri tokoh Agama, tokoh masyarakat ,imuem mukim, kaum Disabilitas dan perwakilan setiap pengurus partai PAC Nadem dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Peudada, Peulimbang, dan Jeunieb.
Dalam pertemuan tatap muka dan mendengar aspirasi masyarakat dengan suasana penuh keakraban, kekeluargaan dan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan rakyat di dapilnya serta permasalahan yang dihadapi disetiap perwakilan masing-masing kecamatan perlu di usulkan kepada Pemerintah Aceh.
Sementara itu Abu Masrul H Saifudin , Keuchik Gampong Mns Baroh, juga salah seorang tokoh masyarakat Peudada sangat menyambut baik pelaksanaan reses tersebut dilakukan langsung ditengah masyarakat secara terbuka dalam mengetahui isu isu kebutuhan terdesak pembangunan ditengah masyarakat kita, khusus aspirasi masyarakat Peudada.
Menurut Abu Masrul , kegiatan itu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian Pemerintah Aceh melalui usulan dari pokok pikiran Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh di Daerah pemilihan kabupaten Bireuen pada umumnya.
“Kami selalu masyarakat sangat mengapresiasi pertemuan ini, karena bisa langsung menjemput aspirasi masyarakat hingga dapat menyampaikan berbagai permasalahan, masukan, usulan pembangunan yang dihadapi sekarang pasca musibah Banjir-Longsor di kecamatan Peudada salah satunya paling krusial soal kerusakan paling parah adalah ambruknya irigasi Aneuk Gajah Rhoet dan hancurnya DI Irigasi Beurandang Hagu di Gampong Lawang-Hagu akibat Banjir Bandang-Longsor.
Kondisi tersebut sangat berdampak terhadap sektor pertanian dan perlu segera mendapat penanganan dan perhatian serius dari Pemerintah Aceh dan DPR Aceh dalam mendukung kelanjutan program swasembada pangan di Bireuen sudah 4 tahun masyarakat Peudada gagal turun ke sawah untuk menanam padi, karena irigasi sudah hancur akibat beberapa kali dihantam musibah bencana alam Banjir sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peudada adalah sangat rawan bencana Banjir dan longsor perlu juga dibuat normalisasi Aliran sungai secara permanen” sebutnya Abu Masrul
Sementara Saifuddin Muhammad yang akrab disapa Yah Fud wakil ketua DPR Aceh dari Fraksi Partai Nasdem menyampaikan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari tugas wakil rakyat yang melekat untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat dapil.
Selain mempererat silaturahmi, pada pertemuan ini adalah juga menjadi sarana untuk menghimpun berbagai usulan pembangunan yang akan diperjuangkan di tingkat provinsi Aceh.
“Saya sangat senang bisa bertemu dan berdialog langsung dengan masyarakat Peudada. Selain mempererat silaturahmi, kita bisa menampung berbagai usulan aspirasi masyarakat yang turut disampaikan hari ini akan kami tampung dan kami perjuangkan secara bersama kepada Pemerintah Aceh dalam setiap usulan pembahasan pembangunan, sesuai Tupoksi dan kewenangan yang terbatas sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Legislasi, Penganggaran dan Pengawasan,” ujarnya Yah Fud juga ketua DPD Partai Nasdem Bireuen
Ia menegaskan bahwa siap memperjuangkan segala bentuk aspirasi masyarakat di sektor pertanian, peternak, pekebun, pemberdayaan ekonomi masyarakat terutama yang berkaitan dengan infrastruktur publik di sektor kelautan, terminal kapal nelayan dan perikanan perbaikan tambak nelayan rusak, khusus nya di Peudada dibidang pertanian, seperti kelanjutan pembangunan Irigasi Aneuk Gajah Rhoet Peudada, Alhamdulillah sudah kita usahakan alokasikan anggaran pembangunan nya, begtu juga dengan program pembangunan jalan usaha tani, jalan lintas alternatif kecamatan Peudada, serta kebutuhan hak hak dasar masyarakat lainnya, dengan tetap kita mendukung program pemerintah untuk pembangunan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
tentu akan menjadi perhatian kita bersama dalam upaya mendorong pemerataan pembangunan di Kabupaten Bireuen melalui sumber anggaran pembangunan setiap tahun berjalan dalam Qanun APBA Murni/Perubahan Aceh”. Sebutnya Yah Fod juga putra Samalanga
Melalui kegiatan reses DPR Aceh ini dengan bertemu masyarakat diharapkan mampu memperkuat hubungan antara masyarakat dan menjaga kepercayaan amanah rakyat pasca Pemilu dengan wakil rakyat di DPRA, sekaligus menjadi sarana yang efektif dalam menyampaikan berbagai masukan, kebutuhan pembangunan dan solusinya demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memacu segala bentuk ketertinggalan pembangunan terhadap fasilitas publik untuk kemajuan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan ditengah masyarakat Desa/Kota, Tertinggal, Terpencil dan Terisolir (Daerah 3 T) dalam wilayah Peudada, Peulimbang, Jeunieb, dan sekitarnya kabupaten Bireuen”. (Iqbal)
Editor: Amiruddin. MK













