Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017, Dr. H. Zaini Abdullah atau yang akrab disapa Abu Doto, di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Sabtu (14/6/2026).
Mendengar kabar kondisi kesehatan Abu Doto yang menurun, Illiza bersama suaminya, Amir Ridha, langsung menuju ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUDZA untuk melayat dan memberikan penghormatan terakhir kepada tokoh yang dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perjalanan Aceh.
Suasana haru menyelimuti ruang perawatan ketika Illiza berdiri di sisi pembaringan almarhum. Ia tampak larut dalam kesedihan atas kepergian sosok yang dinilainya telah memberikan pengabdian besar bagi masyarakat Aceh.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Banda Aceh, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Abu Doto. Beliau merupakan salah satu putra terbaik Aceh yang telah memberikan pengabdian besar bagi daerah dan masyarakat Aceh,” ujar Illiza.
Menurutnya, kepergian Abu Doto bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Aceh. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai pemimpin yang sederhana, bersahaja, dan memiliki komitmen kuat dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
Illiza mengenang Abu Doto sebagai sosok yang senantiasa mengedepankan persatuan, kedamaian, serta pembangunan Aceh. Jejak pengabdian dan pemikiran almarhum, katanya, akan selalu menjadi bagian penting dalam sejarah daerah.
“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilaf dan dosanya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini,” ucapnya.
Wafatnya Abu Doto memunculkan duka mendalam di berbagai kalangan. Ucapan belasungkawa terus mengalir dari tokoh masyarakat, ulama, pejabat pemerintahan, hingga masyarakat yang mengenang jasa dan pengabdian almarhum bagi Tanah Rencong.
Rencananya, jenazah almarhum dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh usai Salat Ashar sebelum diberangkatkan ke Kabupaten Pidie untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Bagi Illiza, Abu Doto bukan sekadar mantan gubernur, tetapi juga tokoh yang telah memberikan teladan melalui pengabdian, kebijaksanaan, dan dedikasinya dalam membangun Aceh.
“Selamat jalan, Abu Doto. Jasa dan pengabdianmu akan selalu dikenang rakyat Aceh,” tutup Illiza.
Editor: Amiruddin. MK













