Banda Aceh – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Banda Aceh Masa Khidmat 2025–2030 resmi dilantik di Aula Balai Kota Banda Aceh, Sabtu (25/7/2026). Pelantikan dilakukan oleh Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Tgk H. Nuruzzahri Yahya atau yang akrab disapa Waled Nu.
Dalam rangkaian acara tersebut, Ketua Tanfidziyah PWNU Aceh, Tgk H. Faisal Ali (Lem Faisal), turut menyerahkan pataka organisasi kepada Ketua Tanfidziyah PCNU Banda Aceh, Abati Aulia.
Sebelumnya, Konferensi Cabang XIV PCNU Kota Banda Aceh telah menetapkan Abati Aulia sebagai Ketua Tanfidziyah dan Tgk H. Sulaiman Qari sebagai Ketua Syuriah PCNU Banda Aceh Masa Khidmat 2025–2030.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik.
“Alhamdulillah, malam ini kita sedang menyaksikan lahirnya amanah baru. Amanah yang insya Allah akan dijalankan dengan penuh keikhlasan untuk melayani umat, memperkuat dakwah, membina generasi, menjaga persatuan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat Kota Banda Aceh,” ujar Illiza.
Menurut Illiza, Nahdlatul Ulama memiliki peran penting, tidak hanya sebagai organisasi kemasyarakatan Islam, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, cerdas, berakhlak, serta harmonis.
Karena itu, ia berharap NU terus mengambil peran aktif dalam mendukung Program Kekhususan Aceh melalui dakwah yang menyejukkan, penguatan pendidikan Islam, pembinaan generasi muda, serta menjaga persatuan umat.
“Karena itu saya berharap Nahdlatul Ulama terus mengambil bagian yang semakin besar dalam menyukseskan Program Kekhususan Aceh, menjadi pelopor dakwah yang menyejukkan, memperkuat pendidikan Islam, membimbing generasi muda, serta menjaga persatuan umat,” katanya.
Illiza juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kota Banda Aceh yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2025–2029. Menurutnya, keberhasilan berbagai program pembangunan akan semakin optimal apabila didukung oleh kekuatan moral dan spiritual masyarakat.
“Di sinilah kami berharap NU terus menjadi mitra pemerintah, memberikan masukan, mengawal pembangunan, sekaligus menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Banda Aceh, Abati Aulia, menyatakan komitmen kepengurusan untuk membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Banda Aceh dalam berbagai bidang.
“Atas nama PCNU, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Wali Kota dan seluruh jajaran, serta Ketua DPRK atas dukungan dan perhatian sehingga pelantikan dapat terlaksana dengan baik,” kata Abati.
Ia menegaskan, sinergi antara PCNU dan Pemerintah Kota Banda Aceh merupakan ikhtiar bersama dalam menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat serta memperkuat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
“Sinergi ini adalah ikhtiar kita bersama untuk menghadirkan maslahat, menghidupkan Ahlussunnah wal Jamaah, dan mewujudkan kota kolaborasi yang religius, adil, dan bermartabat,” ujarnya.
Abati juga menegaskan kesiapan PCNU Banda Aceh untuk terus berkontribusi dalam melayani umat dan mendukung pembangunan daerah.
“Kami siap berkontribusi untuk umat. Hakikatnya kami adalah khadimul ulama, pelayan para ulama dan umat,” tutupnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah, unsur Forkopimda Kota Banda Aceh, para ulama, serta keluarga besar Nahdlatul Ulama Kota Banda Aceh.
Editor: Amiruddin. MK













