Home / Pemerintah Aceh

Rabu, 9 September 2026 - 12:04 WIB

Pemerintah Aceh Dorong Percepatan Realisasi Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Rp25,65 Triliun

mm Redaksi

Plt. Sekda Aceh, Taufik, ST, M.Si, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT, MT, dan para Kepala SKPA terkait, menggelar rapat bersama Tim Satgas PRRP Kemendagri RI dalam rangka membahas rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi Aceh, di Gedung Pusdalops Provinsi Aceh, Aceh Besar, Selasa (8/9/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Plt. Sekda Aceh, Taufik, ST, M.Si, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT, MT, dan para Kepala SKPA terkait, menggelar rapat bersama Tim Satgas PRRP Kemendagri RI dalam rangka membahas rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi Aceh, di Gedung Pusdalops Provinsi Aceh, Aceh Besar, Selasa (8/9/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh – Anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana di Aceh pada 2026 mencapai sekitar Rp25,65 triliun. Dari total tersebut, sekitar 92 persen atau Rp24 triliun berada di bawah kewenangan Pemerintah Pusat, sementara 8 persen atau Rp1,652 triliun dikelola Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota melalui Transfer ke Daerah (TKD).

Anggaran yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Pusat tersebut tersebar pada 23 kementerian/lembaga. Sementara anggaran melalui TKD dialokasikan untuk Pemerintah Aceh serta pemerintah kabupaten/kota dalam mendukung pelaksanaan program rehab-rekon pascabencana.

Rincian anggaran tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Pemerintah Aceh bersama Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mengevaluasi pelaksanaan rehab-rekon melalui anggaran TKD 2026.

Pertemuan berlangsung di Gedung Pusdalops BPBA, Selasa (8/9/2026). Hadir dalam pertemuan tersebut Plt Sekda Aceh Taufik, Asisten Sekda Aceh Bidang Perekonomian dan Pembangunan T. Robby Irza, sejumlah kepala SKPA terkait, serta pimpinan balai dan kantor perwakilan kementerian yang menangani bidang pekerjaan umum, pertanian, perumahan dan kawasan permukiman.

Baca Juga :  96 Bangunan Terbakar di Aceh Tengah, Pemerintah Aceh Segera Salurkan Bantuan

Plt Sekda Aceh Taufik mengatakan Pemerintah Aceh akan memperkuat komunikasi dengan Pemerintah Pusat, kementerian/lembaga dan pemerintah kabupaten/kota untuk memperlancar percepatan realisasi anggaran rehab-rekon yang berada di bawah kewenangan pemerintah daerah.

“Komunikasi itu penting, karena kalau kita tidak mendapatkan pendataan yang akurat maka tidak dapat bergerak,” ujar Taufik.

Selain memperkuat koordinasi terkait anggaran, Pemerintah Aceh juga berencana membuka posko bersama yang akan menjadi pusat informasi masyarakat mengenai pelaksanaan rehab-rekon pascabencana.

Menurut Taufik, posko tersebut diperlukan karena masih terdapat informasi terkait penanganan pascabencana yang belum tersampaikan secara optimal kepada masyarakat.

Asisten Sekda Aceh Bidang Perekonomian dan Pembangunan T. Robby Irza menjelaskan, sebagian besar anggaran rehab-rekon pascabencana Aceh berada di bawah kewenangan Pemerintah Pusat dengan porsi mencapai 92 persen atau sekitar Rp24 triliun.

Sementara itu, dari Rp1,652 triliun anggaran yang berada di bawah kewenangan pemerintah daerah, sekitar Rp824 miliar dialokasikan untuk Pemerintah Provinsi Aceh dan sekitar Rp827 miliar untuk pemerintah kabupaten/kota.

Baca Juga :  KONI Aceh Temui Sekda, Bahas Anggaran 2026 dan Target 10 Besar PON 2028

Selain anggaran melalui TKD, Aceh juga mendapatkan bantuan keuangan dari pemerintah daerah di Sumatera Utara dan Sumatera Barat sebesar Rp285 miliar.

Robby menjelaskan, dari total Rp24 triliun anggaran yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Pusat dan telah ditetapkan dalam Rencana Induk (Renduk) berdasarkan Kepmenko PMK Nomor 25 Tahun 2026, hingga 4 September 2026 baru sekitar Rp18 triliun yang teridentifikasi dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kementerian/lembaga.

Dengan demikian, masih terdapat selisih sekitar Rp5,5 triliun yang mencakup 1.161 kegiatan yang belum teridentifikasi dalam DIPA.

Pemerintah Aceh pun mendorong kementerian/lembaga terkait untuk mempercepat proses desk, penyelesaian dan verifikasi data agar anggaran yang telah ditetapkan tersebut dapat segera masuk dalam DIPA.

“Perlu percepatan desk, penyelesaian dan verifikasi data oleh kementerian/lembaga agar anggaran tersebut bisa segera masuk dalam DIPA dan penanganan rehab-rekon di Aceh dapat berjalan optimal,” kata Robby.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Launching Instruksi Wajib Salat Berjamaah dan Mengaji di Sekolah

Pemerintah Aceh berharap seluruh anggaran yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat dapat segera terealisasi sehingga berbagai program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh dapat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh dari Kemendagri, Imran, mengakui bahwa anggaran rehab-rekon yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Pusat belum seluruhnya masuk ke kementerian/lembaga yang menangani program penanganan bencana.

“Harapannya melalui APBN Perubahan, anggaran tersebut bisa terpenuhi semuanya,” ujar Imran.

Dalam pertemuan tersebut, Imran juga menyoroti realisasi anggaran TKD di Aceh, baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, yang dinilai masih rendah.

Pemerintah daerah diminta mempercepat penyerapan anggaran agar program rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah direncanakan dapat segera dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak bencana.

Percepatan realisasi anggaran dinilai menjadi salah satu faktor penting agar proses pemulihan Aceh pascabencana dapat berjalan secara optimal dan tepat sasaran.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

News

Wagub Fadhlullah Halal bi Halal ke Kediaman Abon Arongan

Pemerintah Aceh

Wagub Fadhlullah Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Ibunda Ketua BMA Abon Yunus

Advetorial

Perpustakaan Desa di Aceh Jadi Motor Literasi dan Pemberdayaan Ekonomi

Pemerintah Aceh

Bupati Aceh Besar Tegaskan Komitmen Kolaborasi Pembangunan di Konferensi IV Forum KKA

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji 2026, Ingatkan Jaga Kesehatan dan Kebersihan Hati

Pemerintah Aceh

E-Purchasing Jadi Solusi Pengadaan Barang/Jasa yang Efisien dan Akuntabel di Aceh

Pemerintah Aceh

Bantu Korban Bencana, Kadisdik Aceh Tegaskan Penggantian Ijazah dan Transkrip Nilai Tidak Dipungut Biaya

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Temui Mensos RI, Usulkan Tambahan PBI JK untuk 331 Ribu Warga Aceh