Home / Aceh Barat Daya / Ekbis

Senin, 2 November 2026 - 17:38 WIB

UMKM Abdya Jangan Jadi Penonton di Era AI, Ratusan Ibu-ibu Ikuti Workshop Ekraf

mm Teuku Nizar

Ustadz Mukhlis MS saat menyampaikan materi pada kegiatan Workshop SIAP Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi bertema “Kelola Usaha dari Genggaman, Manajemen Usaha Desa Berbasis AI” yang berlangsung di Arena Motel Blangpidie. Foto. Dok. Teukunizar/noa.co.id

Ustadz Mukhlis MS saat menyampaikan materi pada kegiatan Workshop SIAP Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi bertema “Kelola Usaha dari Genggaman, Manajemen Usaha Desa Berbasis AI” yang berlangsung di Arena Motel Blangpidie. Foto. Dok. Teukunizar/noa.co.id

Aceh Barat Daya – Pelaku UMKM Aceh Barat Daya (Abdya) tidak hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usaha.

Dorongan itu mengemuka dalam Aktivasi Desa Kreatif Workshop SIAP Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Tema kegiatan tersebut “Kelola Usaha dari Genggaman, Manajemen Usaha Desa Berbasis AI” yang berlangsung di Arena Motel Blangpidie.

Kegiatan tersebut diprakarsai Anggota DPR RI T.H. Zulkarnain Ampon Bang dan menghadirkan perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif.

Staf ahli anggota DPR RI Husnul Jamil, serta perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga, Ekonomi Kreatif Abdya.

Ratusan peserta, mayoritas kaum ibu, turut mengikuti kegiatan yang membahas pemanfaatan teknologi digital dan AI untuk pengembangan usaha masyarakat.

Dalam kegiatan itu, Ustadz Mukhlis MS, MA, anggota DPRK Abdya dari Partai Golkar, membawakan materi “Peran Teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam Pengembangan UMKM Kabupaten Aceh Barat Daya”.

Baca Juga :  Dukung Persiapan Panen, Babinsa Jeumpa Cek Alsintan

Mukhlis menekankan perkembangan AI telah mengubah cara manusia bekerja, berkomunikasi, berdagang dan mengembangkan usaha.

Menurutnya, perubahan teknologi tersebut harus menjadi perhatian pelaku UMKM di Abdya.

“UMKM Abdya tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perkembangan teknologi. Pelaku UMKM harus menjadi bagian dari perubahan itu sendiri,” demikian pesan utama dalam materi yang disampaikannya.

Ia menjelaskan Abdya memiliki potensi ekonomi lokal yang besar, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, produk olahan pangan, kuliner tradisional hingga berbagai produk kreatif masyarakat.

Namun, pelaku UMKM tidak cukup hanya menghasilkan produk berkualitas.

Mereka juga perlu menguasai pemasaran, membangun merek dan memanfaatkan teknologi untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

“Kita tidak boleh membiarkan produk lokal hanya berputar di pasar kecamatan atau kabupaten,” demikian materi tersebut menekankan.

Pemanfaatan teknologi digital dan AI membuka peluang produk UMKM Abdya menjangkau pasar Banda Aceh, Medan, Jakarta hingga pasar internasional.

Baca Juga :  Kasus Korupsi Aceh Barat Daya Belum Jelas

Mukhlis menyebut AI dapat membantu pelaku UMKM membuat materi promosi, menulis deskripsi produk, menyusun strategi pemasaran, membuat ide konten media sosial hingga memahami kebutuhan konsumen.

Teknologi itu juga dapat membantu pelaku usaha membuat katalog digital dan merancang promosi yang lebih menarik.

Selain pemasaran, AI dapat membantu pelaku usaha mengelola transaksi, mengontrol persediaan, menyusun laporan keuangan sederhana dan menganalisis perkembangan penjualan.

“Usaha yang baik bukan hanya usaha yang menghasilkan keuntungan, tetapi juga usaha yang memiliki manajemen yang sehat,” demikian poin yang ditekankan dalam materi tersebut.

Mukhlis juga mendorong pelaku UMKM menyesuaikan pemanfaatan AI dengan potensi ekonomi Abdya.

Produk pertanian dan perkebunan dapat menggunakan teknologi untuk desain kemasan, identitas merek dan strategi pemasaran.

Sementara produk perikanan dapat memanfaatkan katalog digital serta jaringan konsumen.

Di sisi lain, transformasi digital UMKM masih menghadapi tantangan, seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan akses internet, minimnya pengetahuan tentang AI, keterbatasan modal dan pendampingan serta pemasaran produk lokal yang belum optimal.

Baca Juga :  Bank Aceh luncurkan Fitur Baru Ationcash, Kini bisa tarik dan setor tunai tanpa kartu di ATM Bank Aceh

Karena itu, materi tersebut mendorong pemerintah daerah menempatkan transformasi digital sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi Abdya.

Sejumlah rekomendasi mencakup pembentukan program UMKM Cerdas Digital Abdya, pelatihan AI secara berkala, pusat konsultasi dan pendampingan UMKM digital.

Rekomendasi tersebut mendorong produk unggulan masuk marketplace nasional serta mengintegrasikan UMKM dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Mukhlis menegaskan teknologi AI bukan untuk menggantikan kreativitas pelaku usaha, melainkan menjadi alat untuk memperkuat kemampuan mereka.

“Jangan sampai produk kita kalah bersaing bukan karena kualitasnya rendah, tetapi karena kita tertinggal dalam memanfaatkan teknologi.”

Ia berharap UMKM Abdya mampu bergerak dari pasar lokal menuju pasar digital dan dari pola usaha tradisional menuju usaha yang inovatif serta berdaya saing.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Aceh Barat Daya

Disdukcapil Abdya Tidak Cetak e-KTP, Ini Penyebabnya

Daerah

Bidjeh Koepi, Peluang Bisnis Budaya Ngopi Masyarakat Aceh

Aceh Barat Daya

Begini Respon Pimpinan DPRK Terkait Permintaan Penghuni Rumah Bantuan

Aceh Barat Daya

Kapolsubsektor Jeumpa Bagikan Kurma untuk Santri

Aceh Barat Daya

Kabid LH Abdya Berang Disorot Soal Sampah: Kami Sudah Sakit Kepala Mengurusinya

Aceh Barat Daya

Kompol Surya Purba Resmi Jadi Wakapolres Abdya, Kapolres: Perkuat Sinergi dan Profesionalisme

Aceh Barat Daya

Ketua PPP Aceh Yakin Basis Perti di Abdya Dongkrak Suara PPP

Aceh Barat Daya

Keuchik Muda Abdya Ijab Qabul, Ketua FPMPA berikan ucapan “Selamat bahagia”