Home / Aceh Barat

Selasa, 2 Mei 2023 - 20:57 WIB

Sempat Macet Karena Menunggak Arus Listrik PLN, Suplai Air Bersih ke Pelanggan Akan Segera Normal

mm Redaksi

Meulaboh – Setelah sempat berhari hari layanan suplai air bersih PDAM Tirta Meulaboh macet, karena dihentikannya suplai arus listrik PLN ke lembaga itu, akhirnya Selasa (02/05/2024) petang ini, layanan suplai arus listrik tersambung kembali.

Seiring pulihnya suplai arus listrik, saat ini pihak PDAM Tirta Meulaboh, sedang memulihkan suplai air bersih ke pelanggannya.

Masalah macetnya layanan air bersih juga sempat dibicarakan dalam Sidang Paripurna DPRK Aceh Barat, Selasa (02/05/2024) siang tadi. Pihak dewan, dalam hal ini Wakil Ketuanya, Ramli SE meminta agar sengkarut persoalan utang ke PLN itu segera diselesaikan.

Menyikapi permintaan dewan itu, Pj Bupati Aceh Barat, Drs Mahdi Efendi menginstruksikan Sekda Aceh Barat, Marhaban SE untuk segera menuntaska, dengan berkoordinasi bersama PLN dan manajemen PDAM Tirta Meulaboh. “Alhamdulillah, menindaklanjuti instruksi itu, kami telah melakukan koordinasi dengan pihak PLN dan PDAM Meulaboh. Solusi telah didapat, pihak PLN kembali memulihkan layanan arus ke PDAM Tirta Meulaboh,” kata Sekda Aceh Barat, Marhaban SE kepada awak media.

Baca Juga :  Pj Bupati Aceh Barat Buka Bimtek Penyusunan SKP

Sementara Direktur PDAM Tirta Meulaboh Said Jauhari yang dihubungi awak media mengakui, saat ini layanan arus listrik telah pulih. Seiring itu, pihak PDAM Tirta Meulaboh, sedang melakukan proses pengisiam air ke dalam jaringan suplai. “Insya Allah malam ini, layanan kota ke pelanggan akan pulih kembali, setelah sempat terhenti sejak Sabtu (30/04/2024),” kata Said Jauhari.

Baca Juga :  DPRK Aceh Barat Gelar Paripurna Pemberhentian Wakil Bupati Aceh Barat

Said juga mengakui jika ia juga dihubungi langsung oleh Pj Bupati Mahdi Efendi, untuk menyelesaikan sengkarut layanan PDAM Tirta Meulaboh, termasuk berkoordinasi dengan pihak PLN. “Kami telah sepakat, besok tunggakan listrik itu akan kita lunasi, tentu saja juga berkat dukungan dari Pemkab Aceh Barat selaku owner PDAM Tirta Meulaboh,” tutur Said.

Sementara Pj Bupati Aceh Barat yang dihubungi secara terpisah mengakui jika dirinya telah menginstrusikan Sekda untuk berkoordinasi dengan PDAM serta PLN Meulaboh, guna menuntaskan persoalan layanan air bersih tersebut. “Alhmdulillah, semua bertindak cepat dan terukur, hingga persoalan tunggakan listrik itu tuntas, serta layanan air bersih kini sedang dipulihkan,” kata Mahdi Efendi.

Baca Juga :  Sekda Aceh Barat Ikut HLM Terkait Pengendalian Inflasi Daerah

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Meulaboh, terpaksa memutuskan aliran listrik milik Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Meulaboh. Karena perusahaan air minum milik daerah tersebut telah menunggak tagihan sebesar Rp.381.000.000.

Manager ULP Meulaboh Kota, Heldi Tindra mengatakan kalau pihaknya terpaksa memutuskan aliran aliran listrik sementara untuk PDAM Tirta Meulaboh, karena sudah menunggak tagihan.

Lanjut Heldi, untuk tagihan yang harus di bayarkan adalah Rp.381.000.000, untuk tagihan sebanyak 9 unit Indetitas pelanggan, yakni 8 IDPEL menunggak 4 bulan dan 1 IDPL menunggal 7 bulan. “PDAM Tirta Meulaboh, menggunakan 9 IDPEL, 8 IDPEL sudah menunggak 4 bulan, yang satu lagi menunggak 7 bulan, sehingga total tagihan mencapai Rp 381 juta,” sebutnya.

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Aceh Barat Gelar Assessment Profiling ASN untuk Perkuat Kompetensi dan Pengembangan SDM

Aceh Barat

Tarmizi: Gunakan Plat BL, Dukung Pembangunan Aceh Barat

Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Perketat Pengawasan BBM dan LPG di Meulaboh, SPBU Langgar Aturan Terancam Dicabut Izinnya

Aceh Barat

KIP Aceh Barat Sosialisasi Visi Misi Pasangan Bakal Calon

Aceh Barat

Kepala Bappeda Aceh Barat Berikan Kuliah Umum di IPB University

Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama, Santuni 50 Anak Yatim

Aceh Barat

Wabup Aceh Barat Hadiri Peringatan Isra Mi’raj dan Pelantikan Imam Masjid Agung Baitul Makmur

Aceh Barat

Yanimar W Yusuf Asal Aceh Barat Dinobatkan Penerima Anugerah Budaya Tajul Alam Diajang PKA ke-8