Home / Pemerintah

Senin, 1 April 2024 - 20:52 WIB

Gerak Cepat Tangani Stunting, PJ Ketua TP PKK Aceh, Mellani Subarni, Pimpin Rakor TPPS

mm Redaksi

Pj. Ketua TP-PKK Aceh Melani Subarni lakikan rapat bersama tim inti percepatan penurunan stunting Aceh di ruang rapat pendopo Gubernur Aceh, senin, 01/04/2024.

Pj. Ketua TP-PKK Aceh Melani Subarni lakikan rapat bersama tim inti percepatan penurunan stunting Aceh di ruang rapat pendopo Gubernur Aceh, senin, 01/04/2024.

Banda Aceh – Bergerak cepat turunkan stunting di Aceh, Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Mellani Subarni, langsung memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), di Ruang Kerja Gubernur Aceh, Meuligoe Aceh, Senin 1 April 2024.

Mellani mengatakan, untuk menurunkan angka stunting di Aceh perlu kerja kolaborasi antar pihak dan elemen masyarakat, sebab untuk mengefektifkan penurunannya harus ada kesamaan pemahaman, sehingga program berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

“Permasalahan stunting ini menjadi PR nomor 1 dan menjadi amanah dari Pj Gubernur untuk terus bekerja keras turunkan stunting di Aceh,” kata Mellani dalam arahnya.

Baca Juga :  Pj Bupati Aceh Besar Apresiasi Kejari Gelar Pasar Murah di Kota Jantho

Mellani menjelaskan, selama ini program penurunan stunting telah banyak dan sempurna dibentuk, hanya saja dalam implementasinya masih kurang efektif dan tidak tepat sasaran. Membuat banyak kegiatan hanya berjalan di tempat.

“Seperti ada Gampong Gizi dan Rumoh Gizi Gampong, ada sebagian yang tidak jalan. Yang tidak jalan itu lah yang harus kita dorong, agar program-program ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga :  PPIH Aceh Diminta Berikan Layanan Ekstra dan Prioritas untuk Jamaah Haji Lansia 

Selain itu, untuk pencegahan lainya, juga sudah dilakukan kerjasama dengan Kementerian Agama, untuk sekolah persiapan nikah yaitu Sekolah Samara merupakan pendidikan pra nikah bagi calon pengantin.

Tujuan dari sekolah ini adalah membekali ilmu bagi setiap calon pengantin tentang tugas dan tanggungjawabnya setelah menikah serta berbagai hal yang perlu disiapkan seperti kesehatan dan psikologis.

Pendidikan pra nikah ini dinilai penting bagi setiap calon pengantin. Sebab akan mengajarkan persoalan finansial, keluarga, pekerjaan rumah tangga, kehamilan dan mengurus anak salah satunya pencegahan stunting.

Baca Juga :  Museum Tsunami Gelar Seminar Kajian Kebencanaan, Ini Pesan Almuniza

“Jadi saya pikir, program sudah bagus tinggal kita gerakkan kembali agar bisa berjalan sesuai arahnya. Jadi saya butuh kerjasama semua pihak, karena saya tidak bisa bekerja sendri,” kata Mellani.

Tampak hadir dalam rakor tersebut, PLH Asisten I, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), perwakilan BKKBN, dan instansi terkait lainya. (hd/amr) 

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Hadiri OMP Summit 2024, Pj Gubernur Aceh Sebut Implementasi di Aceh sudah Sesuai Arahan Presiden

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Terima Sertifikat Tanah 35 Hektare dari Yayasan Teuku Umar Johan Pahlawan

Aceh Barat

Tabligh Akbar di Meulaboh Hadirkan Tgk. Habibi An Nawawi, Warga Diajak Ramaikan

Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Lepas 25 Siswa Ikuti APOC 2026 di Trengganu

Pemerintah

Dari sejumlah Pilkades yang di Lantik Bupati Simeulue terpilih salah satu kades wanita

Aceh Besar

Wakili Bupati Aceh Besar, Staf Ahli Ir Makmun MT Dampingi Gubernur Aceh Sambut Kedatangan Menhut dan Rombongan Komisi IV DPR RI di Bandara SIM

Daerah

Terkait Sekda Aceh Singkil, Berikut Penjelasan BKN

Parlementaria

DPRA Tentukan 10 Program Prioritas untuk RPJMA 2025-2029