Meulaboh – Bupati Aceh Barat diwakili oleh Asisten III Setdakab, Erdian Mourny membuka kegiatan Sosialisasi Jasa Konstruksi Profesional dalam Lingkup Pekerjaan Konstruksi di Kabupaten Aceh Barat pada Kamis (11/12/2025).
Kegiatan sosialisasi jasa konstruksi profesional tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Aula Dinas PUPR Aceh Barat, salah satu narasumbernya pada kegiatan tersebut yaitu perwakilan dari Balai Pelaksana Pemilih Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh.
Erdian mengatakan, dalam kondisi bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh Barat baru – baru ini mengingatkan kita bahwa pembangunan infrastruktur dan jasa konstruksi memiliki peran strategis dalam menjaga keselamatan, kualitas hidup dan layanan publik masyarakat.
“Oleh karena itu, peningkatan kapasitas aparatur dan pelaku jasa konstruksi terhadap regulasi, standar mutu, keselamatan dan profesionalisme menjadi hal yang sangat mendesak. Kita ingin memastikan bahwa setiap pembangunan dan pekerjaan konstruksi dilaksanakan secara tertib, akuntabel, aman dan sesuai ketentuan hukum,” kata Erdian.
Dikatakan Erdian, sektor jasa konstruksi merupakan salah satu pilar utama pembangunan daerah, melalui konstruksi yang baik kita dapat membangun jalan, jembatan, irigasi, gedung layanan publik, sekolah, fasilitas kesehatan dan dan infrastruktur lain yang menjadi tulang punggung pelayanan masyarakat.
“Dalam beberapa tahun terakhir terjadi banyak perubahan kebijakan nasional di sektor jasa konstruksi mulai dari Undang – Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang jasa konstruksi. Perubahannya melalui PP, hingga regulasi turunan seperti Permen PUPR tentang sertifikasi badan usaha, sertifikasi tenaga terampil dan tenaga ahli, OSS-RBA, dan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK),” katanya.
Maka dari itu kata Erdian, kegiatan tersebut bukan hanya sekedar menyampaikan informasi saja, tetapi untuk memastikan bahwa semua aparatur, penyedia jasa dan tenaga kerja konstruksi mampu bekerja secara profesional, akuntabel, responsif terhadap peraturan dan mengutamakan keselamatan serta mutu pekerjaan.
“Pemkab Aceh Barat memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kapasitas penyelenggaraan konstruksi di daerah. Kita ingin memastikan bahwa setiap proyek pemerintah baik besar maupun kecil dilaksanakan oleh tenaga kerja bersertifikasi dan menggunakan standar mutu yang baik,” ujar Erdian.
Erdian menekankan bahwa, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha konstruksi, asosiasi profesi, tenaga kerja dan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan, pembangunan yang berhasil hanya dapat terjadi apabila seluruh pihak bekerja dengan standar dan komitmen yang sama yaitu menghadirkan infrastruktur yang aman, bermutu dan berkelanjutan.
‘Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pemahaman saja, tetapi dilanjutkan dengan tindakan nyata yaitu peningkatan kompetensi, pemenuhan sertifikasi, penerapan SMKK dan peningkatan kualitas pekerja di lapangan,” ujarnya.
Editor: Amiruddin. MK










