Aceh Barat Daya – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), dr. Safaruddin, resmi melantik dan mengambil sumpah 15 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Abdya. Prosesi pelantikan berlangsung di Lobi Lantai I Kantor Bupati Abdya, Kamis (29/1/2026).
Pelantikan tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Bupati Aceh Barat Daya Nomor 119 Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Abdya.
Sebanyak 15 pejabat yang dilantik merupakan hasil seleksi terbuka (open bidding), yang menjadi pelaksanaan pertama pada masa kepemimpinan Bupati dr. Safaruddin bersama Wakil Bupati Abdya, Zaman Akli.
Menariknya, dalam sambutannya, Bupati Safarudin mengeluarkan ultimatum terbuka kepada Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Kadinsosnaker) yang baru dilantik, Iin Supardi.
Iin Supardi ditargetkan dapat menurunkan angka kemiskinan atau jabatan jadi taruhan.
Safaruddin menyebut tingkat kemiskinan Abdya masih berada di angka 13,6 persen. Ia menargetkan penurunan minimal 2 persen hingga tahun 2027.
“Angka kemiskinan kita 13,6 persen. Target saya di 2027 harus turun 2 persen. Kalau tidak mampu, 2027 saya ganti,” kata Safaruddin saat pelantikan di lobi Kantor Bupati Abdya.
Pernyataan itu menegaskan pendekatan keras Safaruddin dalam menata birokrasi. Jabatan, menurutnya, bukan ruang aman tanpa risiko politik.
Ia menekankan bahwa pejabat eselon II wajib menunjukkan kinerja konkret. Terutama dinas yang langsung bersentuhan dengan rakyat miskin.
Safaruddin menilai sektor sosial dan ketenagakerjaan sebagai ujung tombak pengentasan kemiskinan. Program tanpa hasil akan dianggap gagal.
Safaruddin juga menyinggung sumpah jabatan yang diucapkan para pejabat. Ia mengingatkan bahwa sumpah tersebut disaksikan oleh Allah SWT dan memiliki konsekuensi moral serta politik.
Ia meminta seluruh jajaran bekerja dengan integritas, disiplin, dan loyal terhadap visi pemerintahan yang dipimpinnya.
“Arah Baru Abdya Maju bukan slogan. Itu target kerja,” tegasnya.
Selain Iin Supardi, Safaruddin melantik 14 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lainnya. Pelantikan ini dibaca sebagai konsolidasi kekuasaan awal pemerintahan Safaruddin.
Sejumlah posisi staf ahli diisi oleh figur birokrat senior. Jufri ditunjuk sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik. Nazaruddin mengisi Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, SDM, dan Kerjasama.
Dewi Marlina dipercaya sebagai Staf Ahli Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan. Untuk jabatan kepala dinas, Safaruddin menempatkan Indra Dermawan di Badan Kesbangpol. Ns. Rinaldi R. memimpin Dinas Kesehatan.
Iin Supardi resmi mengisi Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, dinas yang kini berada di bawah sorotan utama. Ariswandi dilantik sebagai Kepala Dinas Perhubungan.
Hamdani memimpin Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan. Yusli Amraina mengisi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Safaruddin juga melantik Rifi Hamdani sebagai Kepala Dinas Pertanahan, Sufrinaldi dipercaya memimpin Bappeda.
Armayadi mengisi Dinas Lingkungan Hidup. H. Muhammad Rasyid dilantik sebagai Kepala Dinas Syariat Islam.
Sementara itu, drh. Amiruddin Adi memimpin DPMPTSP. Hendri Yadi dipercaya sebagai Kepala Dinas Pertanian.
Safaruddin menegaskan evaluasi kinerja akan dilakukan ketat dan berkelanjutan. Tidak ada toleransi bagi pejabat yang gagal memenuhi target.
“Rakyat menilai dari hasil. Saya menilai dari kerja,” pungkasnya.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar









