Home / Aceh Barat / News

Kamis, 2 September 2021 - 17:30 WIB

Diduga Sediakan Praktik Esek-Esek, Pemkab Aceh Barat Segel Satu Losmen Di Meulaboh

REDAKSI

Petugas Satpol PP dan WH menyegel satu unit bangunan losmen yang diduga melanggar syaiat

Petugas Satpol PP dan WH menyegel satu unit bangunan losmen yang diduga melanggar syaiat

NOA | Meulaboh – Psacapenangkapan terduga pelaku prostitusi dalam satu kamar tamu disalah satu Losmen di Meulaboh, Pemerintah Aceh Barat melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP WH) melakukan penyegelan satu losmen tersebut.

“Losmen yang kita segel ini dalam operasionalnya melanggar syariat Islam yang berlaku di Aceh, yaitu; prostitusi atau praktik “esek-esek”. Losmen itu kita segel karena beberapa hari lalu petugas berhasil menangkap terduga pelaku prostitusi dalam satu kamar tamu,” ungkap Plt Kepala Dinas Satpol PP WH Aceh Barat Dodi Bima Saputra, Kamis (2/9/2021).

Baca Juga :  Muslim Jama'ah Haji Asal Pidie Jaya Meninggal Dunia Dalam Pesawat Jelang Landing di Bandara AMAA Madinah

Penyegelan tempat usaha penginapan ini, kata Dodi juga dikarena pemilik losmen diduga tidak mematuhi Qanun Jinayat dan Qanun Syariat Islam di Aceh, karena diduga menyediakan praktik “esek-esek” dengan memperbolehkan tamu yang belum menikah menginap di dalam sebuah kamar.

Baca Juga :  Jaksa Agung Lantik 39 Anggota Satgassus P3TPK

Seperti diketahui, sebelumnya petugas gabungan Satpol PP dan WH Aceh Barat mengamankan terduga pelanggar syariat Islam dengan identitas pelanggar yang ditangkap petugas, masing-masing berinisial WDS (24), warga Kabupaten Aceh Barat serta FW (27), warga Kabupaten Nagan Raya,Aceh.

 

Petugas juga berhasil mengamankan dua pria, masing-masing MD (27) dan AG (28) selaku pemilik losmen dan mucikari.

Barang bukti yang diamankan petugas, yaitu empat unit telepon pintar diduga sebagai sarana penyedia fasilitas prostitusi, termasuk alat kontrasepsi yang sudah dipakai oleh pelaku, serta satu sepeda motor.

Baca Juga :  11 Warga Labuhan Haji Barat Ditahan Polisi, Ketua SPMA Minta Keadilan Hukum Ditegakkan, Ini Kasusnya

Hal lain yang memberatkan pemilik losmen diduga sengaja membiarkan losmen tersebut untuk dijadikan tempat perbuatan maksiat. “Kasus dugaan prostitusi dan pelanggaran syariat Islam ini juga sudah kita serahkan ke Polres Aceh Barat, guna dilakukan proses hukum lebih lanjut,” tutup Dodi.(RED).

Share :

Baca Juga

News

Erick Thohir Dukung Penuh PLN Jalankan Transisi Energi di Indonesia

News

Sempat Bangkit, Harga Batu Bara Hari Ini Rebah Lagi

News

Sosialisasi Vaksin, Kapolda Aceh ke Subulussalam

News

Anggota Fraksi PDIP ke Mendag Soal Minyak Goreng: Macan Ompong, Bikin Malu Presiden

News

5 Pemain Persib Paling Sering Tampil di Liga 1 Musim 2021-2022, Didominasi Pemain Impor

Aceh Barat

Aceh Barat Raih Top 99 Inovasi Amunisi Lengkap Kemenpan RB 

Aceh Barat

Buka RPD, Bupati Ramli: Pemerintah Selanjutnya Harus Mengikuti Estat Pembangunan

News

Aubameyang Ungkap Makna Selebrasi saat Cetak Gol di El Clasico