Home / Nasional / News

Rabu, 29 November 2023 - 13:23 WIB

Forum Intelektual Muda Gelar Diskusi Bertajuk Menguji Netralitas Jokowi: Siapa yang paling diuntungkan

M. Rissan - Penulis Berita

Jakarta – Bertempat dibilangan Tebet Jakarta Selatan tepatnya di Kopi Titan yang dihadiri oleh para generasi muda dari berbagai macam organisasi dan komunitas. Diskusi diawali dengan pembukaan dari Muhammad Sutisna selaku co founder forum Intelektual muda. Dimana Menurut Sutisna, alasan kenapa diskusi ini digelar. Berangkat dari kegelisahan kami beserta tim forum Intelektual muda melihat fenomena politik hari ini khususnya dalam menghadapi Pemilu 2024 yang diwarnai oleh berbagai drama politik. Bahkan menurutnya ini merupakan Pemilu Paling Irasional semenjak dirinya mengikuti Pemilu pertama kali di tahun 2014.

Apalagi Pasca Keputusan Mahkamah Konstitusi yang secara tak langsung memberikan karpet merah kepada Walikota Solo yang juga putera sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, langsung mendapatkan respons yang beragam dari masyarakat. Ada yang mendukung sambil
menyebut pencalonan Gibran ini adalah kesempatan emas untuk generasi muda, namun di sisi lain Ada yang menolak karena adanya proses yang janggal terkait keputusan MK. Bahkan mayoritas
publik juga menilai pencalonan Gibran adalah sebagai upaya terselubung Jokowi untuk memastikan pemerintahan ke depan masih dalam kendalinya.

Sehingga melalui diskusi ini mari mari sama kita buka cakrawala berfikir kita untuk sebagai upaya dalam menjaga stabilitas demokrasi. Apalagi sebagai generasi muda untuk berfikir secara sistematis dan tak terbawa arus. Apalagi sampai termakan narasi narasi yang tak mendidik secara demokrasi seperti gemoy dll.

Baca Juga :  China Bantah Kirim Bantuan Senjata ke Rusia

Lalu diskusi yang dimoderatori oleh Reesti MPPS selaku aktifis perempuan muda NU diawali dengan pertanyaan melihat fenomena ini, apakah Presiden Jokowi akan bersikap netral dan siapakah yang paling diuntungkan atas situasi ini.

Dimana Yogi Apendi sebagai narasumber pertama mengatakan Pemilu merupakan salah satu proses konstitusional dalam suksesi kepemimpinan. Maka yang harus dilakukan Presiden Joko Widodo selaku Kepala Negara menjelang periodesasi jabatannya harus memastikan proses pemilu berjalan sesuai dengan konstitusi dan demokratis. Presiden tidak boleh terlihat meng-endorse apalagi membantu salah satu kompetitor bahkan menganggu kompetitor lainnya.

Namun yang terjadi hari ini, melihat fakta di lapangan. Presiden cenderung terlibat secara jauh dalam proses pemilu, bahkan para pembantunya secara terang-terangan mulai dari Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan hingga Menteri Kominfo Budie Arie serta pejabat lainnya membantu menggalang salah satu Paslon. Memang secara politik itu hak pribadinya, namun secara moral maupun etika perlu menjadi pertanyaan besar.

Baca Juga :  FOTO: Wajah Kota Irpin Ukraina Sebelum dan Sesudah Digempur Rusia

Bahkan fakta terbaru Presiden telah Mengeluarkan PP 53 tahun 2023 tentang perubahan atas PP 32 tahun 2018 Yang dalam klausulnya Capres maupun Cawapres yang berasal dari menteri maupun kepala daerah tidak perlu mundur dari jabatannya. Sehingga situasi ini semakin membuat Presiden mendapatkan krisis kepercayaan dari publik. Karena terlihat Presiden tidak taat terhadap nilai-nilai universal dan prinsip-prinsip dasar bahkan tidak menjaga etika sebagai Kepala Negara.

Selanjutnya Piet Cintya Mawar selaku perwakilan Generasi Pemenang yang merupakan Komunitas anak-anak muda yang mendukung Paslon Ganjar dan Mahfud mengatakan sangat miris hati sekaligus sedih melihat fenomena yang terjadi hari ini. Apalagi dirinya mengaku sebagai pendukung utama Joko Widodo di kalangan Milenial sangat kecewa terhadap sikapnya Presiden Joko Widodo yang kerap menciderai nilai-nilai demokrasi. Bahkan dirinya menilai kinerja Presiden selama dua periode ini sangat baik dengan memberi angka 9. Namun semenjak ada wacana tiga periode, penundaan pemilu hingga Putusan MK yang akhirnya sebagai jalan untuk melanggengkan Gibran Putera Sulungnya sebagai Cawapres. Membuat penilaiannya terhadap Presiden menjadi angka 5.

Atas dasar situasi inilah yang semakin memantapkan pilhannya kepada Paslon nomor 03 Ganjar-Mahfud yang dinilai akan tetap menjaga marwah demokrasi kita, apalagi ada sosok Pak Mahfud MD yang terkenal sebagai pendekar konstitusi tak akan main-main pada persoalan hukum. Dan juga sosok Pak Ganjar yang sangat merakyat berasal dari keluarga yang biasa biasa saja sama seperti kita. Sehingga ini menjadi daya semangat untuk kita, yang bukan siapa-siapa ini pada suatu saat nanti bisa menjadi sesuatu untuk bisa berkontribusi lebih jauh kepada bangsa dan negara.

Baca Juga :  Pesona 5 WAGs Pembalap MotoGP 2022, Nomor 1 Bikin Fans Baper

Diskusi ini juga dibuka oleh beberapa pertanyaan dari Abraham selalu aktifis PMII dan Alvin dari Pemuda Maluku Utara yang secara garis besar merasakan hal yang sama. Terkait kondisi politik yang menyayat hati kita semua. Sehingga perlu ada gerakan besar untuk membangkitkan anak muda yang hari ini tertidur dengan lelap. Maka dengan adanya diskusi yang digagas Forum Intelektual Muda bisa menjadi harapan bagi kita semua.

Lalu diskusi ini ditutup dengan sebuah kesimpulan, dari seluruh narasumber. Dimana kita perlu sama-sama menjaga Marwah demokrasi dari berbagai ancaman yang mendera. Jangan sampai kita balik lagi ke zaman kegelapan. Ketika demokrasi hanya dijadikan alat saja. Tapi secara substansi tak ada. (*)

Share :

Baca Juga

News

Pulang Melaut Satu Boat Terbalik Di Kuala Meureudu

News

Rudal Rusia Hantam Area Dekat Bandara Lviv, Makin Rapat ke Daerah NATO

News

Minat Warga Mengelola Desa Wisata Jadi Daya Ungkit Ekonomi

News

Usai Rusia Sindir Israel, Putin Telepon Presiden Palestina

News

Tancap Gas! Segini Tarif Tol Mudik dari Jakarta ke Semarang-Solo-Surabaya

News

VIDEO: Rusia Klaim Hancurkan 1.612 Fasilitas Militer Ukraina

News

Realisasi Anggaran PEN Capai Rp95,13 Triliun, Ini Rinciannya

News

Nek Saumi, TMMD dan Manfaat Timbal Balik