Home / Banda Aceh / Kesehatan

Senin, 25 Mei 2026 - 19:02 WIB

GEN-A Luncurkan EKSIS Anti-Rokok di CFD Banda Aceh

mm Teuku Nizar

GEN-A Luncurkan EKSIS Anti-Rokok di CFD Banda Aceh. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

GEN-A Luncurkan EKSIS Anti-Rokok di CFD Banda Aceh. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Banda Aceh — Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) meluncurkan varian terbaru wahana edukasi publik EKSIS (Engklek Edukasi Sehat & Islami) saat kegiatan Car Free Day (CFD) di depan Kantor BPBA, Banda Aceh, Minggu (24/5/2026).

Peluncuran tersebut untuk memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2026.

GEN-A menghadirkan EKSIS versi terbaru dengan fokus edukasi anti-rokok dan pengendalian tembakau bagi anak serta remaja.

Sebelumnya, wahana berbasis permainan tradisional itu pada Hari Anak Nasional 2025 sebagai media edukasi kesehatan dan nilai Islami.

Peluncuran EKSIS menjadi bagian dari aksi publik SEHATI 2026 (Selebrasi Hari Tanpa Tembakau Sedunia) oleh Youth Action on Tactical Transformation (YATTA), The Aceh Institute, dan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh bersama sejumlah kolaborator lintas sektor.

Kegiatan tersebut sebagai respons terhadap meningkatnya tren perokok usia muda dan perokok pemula di tengah masifnya promosi industri tembakau.

Baca Juga :  Dinsos Banda Aceh Monitor Penyaluran 9.996 Paket Cadangan Beras Pangan kepada KPM di Tiga Kecamatan

GEN-A memilih pendekatan permainan tradisional agar pesan kesehatan lebih mudah diterima masyarakat, khususnya generasi muda.

Tim Pengembang EKSIS GEN-A, Najwa Aqila, S.Kep, mengatakan metode permainan agar anak-anak tidak merasa jenuh saat menerima edukasi kesehatan.

“Anak-anak belajar lebih efektif ketika mereka bergerak, bermain, dan terlibat langsung. Karena itu, kami mencoba menghadirkan edukasi anti-rokok dalam bentuk permainan tradisional yang dekat dengan keseharian mereka,” kata Najwa.

Dalam permainan tersebut, peserta melompat dari satu kotak ke kotak lain sambil membaca pesan edukatif mengenai bahaya rokok, hidup sehat, dan kepedulian terhadap lingkungan.

GEN-A juga memasukkan unsur nilai Islami serta kearifan lokal Aceh ke dalam konsep permainan.

Najwa menilai permainan tradisional dapat membantu menghidupkan kembali ruang bermain sehat yang mulai tergeser aktivitas digital.

“Kami berharap produk ini dapat direplikasi dan dimanfaatkan sebagai media permainan sekaligus pembelajaran di sekolah-sekolah maupun ruang publik ramah anak lainnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Cegah Penyalahgunaan, Kasatpol PP Banda Aceh Perintahkan Patroli Prioritaskan Taman Bustanussalatin

Wahana EKSIS menarik perhatian pengunjung CFD, terutama anak-anak dan remaja. Mereka terlihat antusias mencoba permainan secara bergantian sepanjang kegiatan berlangsung.

Salah satu peserta remaja, Fatin (17), mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah mengikuti permainan tersebut.

“Permainannya seru dan mudah untuk memahaminya. Dari permainan ini kami belajar bahwa rokok bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga bisa membahayakan orang lain,” katanya.

Peserta lainnya, Khalisa (9), mengatakan permainan tersebut membuatnya bisa belajar sambil bermain bersama teman-temannya.

“Seru karena bisa lompat-lompat sambil belajar tentang bahaya rokok. Permainannya cocok untuk anak-anak,” ujar Khalisa.

Direktur Eksekutif GEN-A, dr. Imam Maulana, menilai pendekatan edukasi berbasis permainan tradisional penting untuk membangun literasi kesehatan anak sejak dini.

“Permainan seperti EKSIS tidak hanya menyampaikan pesan kesehatan, tetapi juga melatih kemampuan kognitif, motorik, interaksi sosial, serta keberanian anak dalam belajar dan berkomunikasi,” kata Imam.

Baca Juga :  Banda Aceh Raih UHC Award 2026 Kategori Utama, Capai Kepesertaan JKN 99 Persen

Menurutnya, edukasi kesehatan masyarakat perlu dikemas secara kreatif agar pesan lebih mudah membekas pada anak maupun remaja.

“Anak-anak dan remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap paparan rokok dan iklan tembakau. Karena itu, edukasi harus dekat dengan dunia mereka—interaktif, menyenangkan, tetapi tetap memiliki pesan yang kuat,” ujarnya.

Selain GEN-A, kegiatan SEHATI 2026 turut melibatkan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Banda Aceh,

CFD Kota Banda Aceh, KORMI Banda Aceh, CIMSA FK USK, serta Urban Sustainability and Policy Institute (USPI).

Melalui pengembangan varian baru EKSIS, GEN-A berharap masyarakat dapat memanfaatkan permainan tradisional sebagai media edukasi publik yang partisipatif sekaligus sarana membangun budaya hidup sehat di ruang publik.

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Wakil Ketua DPRK Simeulue Konsultasi ke DJKN Aceh, Bahas Audit dan Penilaian Aset PDKS

Kesehatan

Satgas Covid-19 Aceh Ajak Pelajar Suntik Vaksin di BACH

Banda Aceh

SPS Aceh Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim di Banda Aceh, Anggota Kini Capai 34 Perusahaan Pers

Aceh Timur

Polres Aceh Timur Sumbangkan 52 Kantong Darah ke PMI

Kesehatan

Terkait Vaksinasi Siswa, Kadisdik Ultimatum Kepala Sekolah

Banda Aceh

Dinsos Banda Aceh Lakukan Stock Opname Logistik Bencana Sambut Tahun 2026

Kesehatan

Pengamat Media Soroti Polemik Pencabutan Pergub JKA, Minta Pemerintah Aceh Tunjukkan Dokumen Resmi

Hukrim

KPK : Dugaan Korupsi Pengadaan Makanan Tambahan Bayi-Ibu Hamil di Kemenkes tahap penyelidikan