Home / Aceh Barat Daya

Selasa, 4 Januari 2022 - 16:57 WIB

Masyarakat Keluhkan Beras Bansos Tidak Layak, Akmal Ibrahim Meradang

mm Redaksi

Beras berbau dan tidak berasa setelah dimasak

Beras berbau dan tidak berasa setelah dimasak

NOA | Abdya – Desas-desus polemik penyaluran bantuan sosial (bansos) yang dikeluhkan sejumlah warga di Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) akhirnya didengarkan oleh Bupati Kabupaten setempat, Akmal Ibrahim SH.

Kepada awak media, Selasa (4/1/2022), orang nomor satu di Kabupaten berjulukan Breuh Sigupai tersebut mengaku telah memanggil Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Abdya serta Camat Setia.

“Sudah kita panggil kepala dinas sosial, camat dan pendamping, kita minta segera dituntaskan masalah bantuan sembako beras yang diduga tidak layak itu,  dan jangan ada yang ditutup tutupi,” tegas Bupati Akmal Ibrahim.

Baca Juga :  "Sah" Pj Gubernur Aceh Lantik Pj bupati Abdya dan Bireuen

Bahkan, katanya, dirinya secara khusus telah meminta Koordinator Kabupaten (Koorda) Bansos Abdya untuk membawa duga tersebut keranah hukum. “Kita minta Korda agar persoalan beras sembako ini dibawa keranah hukum,” kata Akmal Ibrahim.

Ditegaskan Akmal, dirinya tidak akan berkompromi soal tersebut. Apalagi itu menyangkut dengan hajat hidup masyarakat banyak. “Aneh kok berani-beraninya memotong bantuan pemerintah itu, dan masalah tersebut saya tak akan kompromi,” pungkasnya.

Baca Juga :  Jum'at Curhat, Kapolres: Sebelum Berpergian Periksa Kelengkapan Kendaraan

Sebagaimana diketahui, polemik bantuan sosial program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang dikeluahkan warga karena kualitas beras yang diberikan tidak layak dengan warna kusam dan berbau, beras tersebut juga hilang rasa setelah dimasak dan hambal.

Selain itu, harga yang dipatok untuk mendapatkan beras tersebut yakni Rp140 per sak ukuran 15 kilo. Namun, sangat disayangkan beras tersebut bekualitas yang kurang bagus. Bila dibandingkan dengan beras lokal, dengan kualitas yang lebih baik biasa dibandrol dengan harga Rp130 ribu.

Baca Juga :  Warga Bagikan Lahan Eks HGU PT Cemerlang Abadi 

Tidak hanya beras yang tidak layak, dalam penyaluran bantuan sosial non-tunai tersebut juga mencuat isu adanya pemotongan uang yang diterima oleh keluarga penerima manfaat (KPM) oleh oknum yang di duga sebagai pendamping program persebut.(RED).

Share :

Baca Juga

Aceh Barat Daya

Diduga Berkampanye Politik, Panwaslih Abdya Minta Laporkan Oknum Guru

Aceh Barat Daya

Komisioner KIP yang Gugur Tes Uji Baca Al-Quran Nyatakan Keberatan

Aceh Barat Daya

Dukung Vaksinasi, Kadistanpan Abdya Dorong Stafnya Ikut Vaksin

Aceh Barat Daya

PT Juya Aceh Mining Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Babahrot

Aceh Barat Daya

Progres Sasaran Fisik TMMD Kodim Abdya Capai 97 persen

Aceh Barat Daya

Romi Syah Putra Yakin Raih Kursi DPR Aceh

Aceh Barat Daya

LKPJ Aceh Catat Koordinasi WPR di Empat Kabupaten, Bagaimana Perkembangan Usulan di Abdya?

Aceh Barat Daya

Akui Salah Paham, Kasus Dugaan Pungli Oknum Keuchik Berakhir Damai