Home / Internasional / Peristiwa

Minggu, 30 Maret 2025 - 23:48 WIB

Korban TPPO dipulangkan, Pemerintah Aceh : Terima kasih Kemlu RI  

mm Redaksi

Foto: Lima warga Aceh yang jadi korban TPPO di Myanmar, saat dipulangkan ke Aceh melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (30/3/2025). (Foto : NOA.co.id/HO-BPPA).

Foto: Lima warga Aceh yang jadi korban TPPO di Myanmar, saat dipulangkan ke Aceh melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (30/3/2025). (Foto : NOA.co.id/HO-BPPA).

Jakarta – Pemerintah Aceh memulangkan lima warga yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar dari Jakarta, Minggu.

Lima dari 11 orang warga Aceh yang dipulangkan dari Myanmar tersebut, telah tiba di Jakarta sejak 20 Maret 2025 lalu. Kedatangan mereka saat itu di Bandara Soekarno-Hatta dan disambut Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA).

“Waktu itu, enam orang lebih dulu pulang ke Aceh secara mandiri, karena dibantu oleh keluarganya masing-masing. Sedangkan lima orang lagi, selama di Jakarta menginap di Rumah Singgah Cipinang, Jakarta Timur, milik pemerintah Aceh, dan untuk konsumsi mereka juga kita fasilitasi,” kata Plt Kepala BPPA Said Marzuki, 30 Maret 2025.

Baca Juga :  Terkait Rohingya di Labuhan Haji, UNHCR Tingkatkan koordinasi dengan Kanwil Kumham Aceh

Adapun untuk pemulangan kelima warga Aceh tersebut pada hari ini, BPPA melakukan kerja sama dengan pihak Dinas Sosial Aceh. Mereka menumpangi pesawat Garuda Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Baca Juga :  Menlu RI Tegaskan Komitmen Dukungan Indonesia Terhadap UNRWA dan Mandatnya untuk Palestina

“Hal ini merupakan arahan langsung dari Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, untuk memfasilitasi warga Aceh yang jadi korban TPPO di Myanmar,” katanya.

Said menambahkan, Pemerintah Aceh sebelumnya mengetahui keberadaan 11 warga Aceh di Myanmar, setelah mendapatkan informasi dari Kementerian Luar Negeri.

“Kita selaku mewakili Pemerintah Aceh di Jakarta, menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri, serta pihak lainnya yang terlibat,” ujarnya.

Diketahui, pemerintah memulangkan 564 WNI pekerja online scam di Myanmar. Pemulangan dilakukan oleh Satgas Gabungan dari KBRI Yangon, KBRI Bangkok, dan Polri yang dikomandoi oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Baca Juga :  Kemlu RI : Kemungkinan izin konsuler akses telpon terhadap 7 Nelayan Aceh di Myanmar Senin

Adapun kelima warga Aceh tersebut, diantaranya, Syahrul Ramazan (22) asal Angkieng Barat, Samalanga, Bireuen, Riza Fadillah (26) warga Matang Seulimeng, Langsa Barat, Kota Langsa, Alfandi Pratama (27) asal Laksmana, Jumpa, Bireuen, serta Muklis Saputra (27) dan Muhammad Jafar (21) berasal dari Gelanggang Gampong, Kota Juang, Bireuen.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

BAIS TNI – Bea Cukai Gagalkan Peredaran 160 Juta Batang Rokok Ilegal di Riau

Internasional

Satu DPO, Modus Jaringan Kamboja Bobol Rekening Tipu Pensiunan ASN

Peristiwa

Truk Terguling di Simpang Dodik, Muatan Sawit Brondol Tumpah Ruah ke Jalan

Internasional

Kemlu RI Pastikan 134 WNI di Nepal dalam kondidi aman

Daerah

Alami Patah Kaki, TNI AL Gunakan Helikopter Evakuasi Anak 9 Tahun ke KRI Soeharso

Internasional

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal Gaungkan “Charming Banda Aceh” di Maritime Silk Road Conference Wenzhou

Daerah

TNI AL Bangun Posko Kesehatan di Kuala Cangkoi, Aceh Utara

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla