Home / Internasional

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:45 WIB

KRI SIM-367 Tuntaskan Misi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon

mm Redaksi

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali saat menyambut kepulangan 120 prajurit TNI AL yang tergabung dalam Satgas MTF TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, Minggu (1/2/2026). (Foto : NOA.co.id/HO-Dispenal).

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali saat menyambut kepulangan 120 prajurit TNI AL yang tergabung dalam Satgas MTF TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, Minggu (1/2/2026). (Foto : NOA.co.id/HO-Dispenal).

Jakarta – Kepulangan 120 prajurit TNI AL yang tergabung dalam misi pasukan perdamaian PBB di Lebanon (Satgas MTF TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL) disambut langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, Minggu (1/2).

Kasal menyampaikan, rasa bangganya kepada seluruh prajurit karena berhasil menunaikan dan menjalankan tugas patroli maritim dan pengamanan perairan sebagai pasukan perdamaian PBB mewakili Indonesia sesuai mandat UNIFIL di Lebanon.

“Keberhasilan pelaksanaan patroli maritim, kerjasama antar angkatan laut negara lain seperti Jerman dan Bangladesh, diplomasi TNI Angkatan Laut, serta pengakuan internasional yang diraih menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun kekuatan pertahanan yang profesional, modern, dan berdaya saing global, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai kekuatan maritim yang berkontribusi nyata terhadap stabilitas keamanan internasional,” Kata Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali

Baca Juga :  Peran Australia Dalam Jalur Repatriasi Imigran Etnis Rohingya

Dengan menggunakan KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 yang merupakan kapal perang Korvet kelas SIGMA di bawah komando Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah selaku Dansatgas MTF KONGA XXVIII-P/UNIFIL ini, membawa pulang prajurit yang terdiri dari 105 prajurit KRI, 15 komponen pendukung yang meliputi Pilot, Flight Engineers, Air Crew, Perwira Kesehatan, Perwira Intelijen, Perwira Psikologi, Perwira Penerangan, Kopaska dan Penyelam.

Baca Juga :  Kemlu RI Proses Evakuasi 159 WNI dari Lebanon

“Sepanjang menjalankan misi sejak 17 Januari 2025 lalu, KRI SIM-367 sendiri telah melakukan 33 kali on task, meliputi 70% patroli di Laut Mediterania serta menjalankan naval diplomacy melalui latihan bersama dengan berbagai angkatan laut asing sebanyak 150 kali,” Terang Kasal.

Selanjutnya, KRI SIM-367 juga menerima berbagai penghargaan dari komunitas internasional, antara lain Letter of Appreciation dari Maritime Task Force Commander, Rear Admiral Richard Kesten (Jerman), Maritime Task Force Commander, Rear Admiral Stephan Plath (Jerman), UN Medal dari UNIFIL Force Commander, Major General Diodato Abagnara (Spanyol), LAF Medal dari LAF Navy Commander, Admiral Mustafa Al-Ali (Lebanon), Medali Duta Budaya RI dari Dubes RI untuk Lebanon, H.E. Dicky Komar serta Tanzania Medal dari Tanzania Contingent Commander.

Baca Juga :  Frigate Terbesar Se-Asia Tenggara Milik TNI AL KRI Brawijaya-320 Tiba di Tanah Air

“Penugasan KRI Sultan Iskandar Muda-367 sebagai bagian dari Satgas MTF Konga XXVIII-P/UNIFIL selaras dengan program Asta Cita Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya memperkuat pertahanan dan keamanan negara, menjalankan politik luar negeri bebas aktif, serta meningkatkan peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dan ketertiban dunia,” Demikian Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali .

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Internasional

Indonesia dukung penuh Turki jadi mitra wicara terbaru ASEAN

Internasional

Menlu RI mendorong mahasiswa untuk berkontribusi dalam diplomasi Indonesia

Internasional

Menlu Retno : Negara anggota D-8 tidak dapat duduk tenang melihat genosida terus terjadi di Gaza

Hukrim

Diduga Terlibat Jaringan Pedofilia, Enam WNI ditangkap

Internasional

Tidak patuhi persyaratan, WNI ditolak masuk ke Malaysia

Hukrim

Pimpasa, TPPO dan Pengawasan WNA

Internasional

Kemlu RI: Pasukan perdamaian akan diterjunkan setelah ada mandat PBB

Internasional

Presiden Prabowo Tegaskan Stabilitas, Kepastian Hukum dan Reformasi SDM