Home / Banda Aceh / Pendidikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:31 WIB

Muhammad Zubir Dikukuhkan Jadi Kaprodi HTN STAI Nusantara

mm Redaksi

Ketua STAI Nusantara Banda Aceh, Dr. Dicky Wirianto, menyerahkan surat keputusan kepada Muhammad Zubir, SH, MH usai dikukuhkan sebagai Kaprodi Hukum Tata Negara (HTN) periode 2026–2028 di Kampus STAI Nusantara Banda Aceh, Rabu (20/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Ketua STAI Nusantara Banda Aceh, Dr. Dicky Wirianto, menyerahkan surat keputusan kepada Muhammad Zubir, SH, MH usai dikukuhkan sebagai Kaprodi Hukum Tata Negara (HTN) periode 2026–2028 di Kampus STAI Nusantara Banda Aceh, Rabu (20/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – STAI Nusantara resmi mengukuhkan Muhammad Zubir, SH, MH sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi) Hukum Tata Negara (HTN) periode 2026–2028, seperti diketahui Muhammad Zubir merupakan Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Bireuen dan Pidie Jaya.

‎Prosesi pengukuhan berlangsung di lingkungan kampus STAI Nusantara Banda Aceh dan turut disaksikan oleh Pimpinan Yayasan, Para Dosen, Kaprodi, serta mahasiswa/i

‎Ketua STAI Nusantara, Dr. Dicky Wirianto, mengatakan pengangkatan Muhammad Zubir, SH, MH merupakan langkah strategis kampus dalam memperkuat Program Studi Hukum Tata Negara yang masih tergolong baru.

‎Menurutnya, prodi tersebut membutuhkan figur muda, energik, dan memiliki pengalaman praktik hukum agar mampu mendorong kualitas akademik sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan hukum yang progresif.

‎“Pengukuhan ini merupakan bagian dari penguatan akademik kampus. Prodi HTN membutuhkan sosok yang mampu membangun semangat baru dan menghadirkan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan hukum di Aceh,” ujar Dicky dalam sambutannya, diruangan
‎kampus STAI Nusantara, Banda Aceh, Rabu, (20/5/2026).

‎Sementara itu, Muhammad Zubir menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

‎Ia menilai amanah tersebut bukan sekadar jabatan akademik, melainkan tanggung jawab besar untuk ikut mencerdaskan generasi Aceh melalui pendidikan hukum.

‎Zubir mengajak seluruh civitas akademika, praktisi hukum, serta elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kesadaran hukum di tengah masyarakat.

‎“Kita ingin anak-anak Aceh tidak hanya berpendidikan, tetapi juga melek hukum dan berani terlibat dalam upaya penegakan keadilan di masyarakat,” tuturnya.

‎Ia juga mendorong generasi muda Aceh untuk terus meningkatkan semangat belajar serta memperluas wawasan di bidang hukum tata negara dan hukum sosial kemasyarakatan.

‎Saat ini, STAI Nusantara memiliki empat program studi, yakni Hukum Tata Negara (HTN), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Ekonomi Syariah, serta Program Pascasarjana Studi Islam.

‎Sebagai bentuk komitmen memperluas akses pendidikan, kampus tersebut juga menyediakan sekitar 40 hingga 50 kuota beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu pada tahun akademik 2026 tahun ini.

‎Pengukuhan itu turut dihadiri Ketua Yayasan Rumoh Bina Aneuk Nanggro, Abiya Dr. Jamaluddin Thaib, bersama jajaran dosen dan mahasiswa STAI Nusantara.

Baca Juga :  2.401 Peserta Mandiri Lulus di Universitas Syiah Kuala

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Peringati Hardiknas, Sekda Aceh Utara Serahkan Penghargaan untuk Sekolah dan Siswa Berprestasi

Pemerintah

Disdik Aceh Targetkan Tuntasnya PPG Dalam Jabatan Guru Agama Islam pada Tahun 2025

Pemerintah Aceh

Dispersip Banda Aceh Terima Kunjungan Tim Erlangga Pusat, Perkuat Kolaborasi Literasi

Daerah

Disdik Aceh Umumkan Mekanisme Seleksi PPDB SMA Berasrama Tahun Ajaran 2025/2026

Pemerintah Aceh

ATENSI 2025 Ditutup, Aceh Kirim Duta Seni Terbaik ke Tingkat Nasional

Pendidikan

Kadisdik Aceh Tegur SMK Abaikan Praktik, Banyak Alat Terbengkalai

Pemerintah Aceh

BPSDM Aceh Buka Seleksi Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Terdampak Bencana Hidrometeorologi

Pendidikan

Perjuangkan Etik Profesi Praktik Kedokteran, Ini yang Dibahas Dokter Heber Bombang dalam Tesisnya