Lhokseumawe – Pemerintah Kota Lhokseumawe menjajaki peluang pengembangan usaha perikanan air tawar melalui koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Langkah ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi daerah sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, dengan Direktur Ikan Air Tawar, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Ridho Karya Dongoran, pada Kamis, 5 November 2026.
Dalam audiensi itu, kedua pihak membicarakan peluang penerapan teknologi budidaya ikan serta pengembangan program budidaya ikan darat tematik. Pembahasan juga mencakup pola pengembangan usaha yang dapat disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan Kota Lhokseumawe.
Pemko Lhokseumawe memandang sektor perikanan budidaya memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber kegiatan ekonomi masyarakat. Selain mendorong produktivitas, pengembangan sektor ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam mengelola kegiatan budidaya.
Wali Kota Sayuti Abubakar berharap komunikasi dengan KKP dapat membuka peluang dukungan program pemerintah pusat bagi pengembangan perikanan di daerah. Menurut arah pembahasan dalam audiensi tersebut, pemanfaatan teknologi dan pola budidaya yang tepat menjadi bagian penting untuk mengoptimalkan potensi perikanan lokal.
Pengembangan perikanan air tawar juga diharapkan memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk menjalankan usaha produktif. Karena itu, program yang dijajaki perlu mempertimbangkan kondisi daerah serta kebutuhan para pelaku usaha perikanan.
Melalui koordinasi tersebut, Pemko Lhokseumawe berupaya membangun sinergi dengan pemerintah pusat agar pengembangan sektor perikanan dapat ditindaklanjuti secara terarah dan berkelanjutan.
Pemerintah kota berharap penjajakan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sektor perikanan budidaya, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta mengoptimalkan potensi ekonomi daerah. (Adv)
Editor: Amiruddin. MK















