Sigli – Arus informasi digital yang bergerak cepat dinilai membawa tantangan besar bagi dunia pers. Di tengah derasnya penyebaran informasi melalui media sosial, insan pers diingatkan agar tidak mengorbankan akurasi demi kecepatan tayang berita.
Sekretaris Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pidie, Teuku Satria Mahmud, menegaskan media dan wartawan harus tetap menjunjung profesionalisme serta memegang teguh kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas.
“Informasi hari ini bergerak sangat cepat. Namun jangan sampai karena mengejar kecepatan, media mengabaikan akurasi dan verifikasi berita,” kata Teuku Satria Mahmud, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, tantangan utama media saat ini bukan hanya menyajikan informasi dengan cepat, tetapi juga memastikan setiap informasi yang diterima publik telah melalui proses pengecekan yang ketat.
Dalam konteks itu, ia menilai dapur redaksi memiliki peran strategis sebagai pintu terakhir penyaringan informasi sebelum dipublikasikan kepada masyarakat. Redaksi, kata dia, harus jeli menilai setiap bahan berita yang dikirim wartawan dari lapangan agar tidak menimbulkan polemik akibat informasi yang belum terverifikasi.
“Dapur redaksi harus benar-benar jeli dan teliti mengontrol berita yang dikirim wartawan. Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya langsung dipublikasikan,” ujarnya.
Teuku Satria juga mengingatkan perusahaan pers agar terus memperkuat pengawasan internal dengan mengedepankan standar kerja jurnalistik sesuai Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Ia menekankan wartawan tidak semestinya membuat pemberitaan yang bersifat tendensius atau diarahkan untuk menyerang pihak tertentu. Menurutnya, fungsi utama pers ialah menghadirkan fakta serta memberikan informasi yang benar dan berimbang kepada publik.
“Tugas wartawan adalah menyampaikan fakta dan informasi yang benar kepada publik, bukan membuat berita tendensius atau menyerang pribadi seseorang,” katanya.
Di tengah maraknya hoaks dan informasi tanpa sumber yang jelas, profesionalisme insan pers menjadi salah satu kunci menjaga kepercayaan masyarakat terhadap media.
Karena itu, Teuku Satria berharap wartawan tetap menjaga integritas, independensi, serta mengedepankan prinsip check and recheck dalam setiap proses pemberitaan.
“Media harus menjadi penjernih informasi di tengah maraknya hoaks dan informasi yang tidak jelas sumbernya,” pungkasnya.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita











