Banda Aceh – Upaya Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mengendalikan inflasi melalui berbagai intervensi pasar mulai menunjukkan hasil positif. Program Gerakan Pangan Murah yang digencarkan sepanjang tahun menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal melalui Kepala Bagian Ekonomi Pemerintah Kota Banda Aceh, Harisman, menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah memberikan dampak signifikan terhadap pengendalian inflasi di Banda Aceh.
Menurutnya, tingkat inflasi Kota Banda Aceh yang sebelumnya mencapai 6,10 persen pada akhir tahun lalu kini berhasil ditekan menjadi 3,43 persen atau berada dalam batas aman yang diperkenankan.
“Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu upaya konkret yang memberi dampak terhadap stabilitas harga kebutuhan masyarakat. Alhamdulillah, tren inflasi menunjukkan penurunan yang cukup baik,” ujar Harisman, Senin (18/5/2026).
Sepanjang tahun 2026, Pemerintah Kota Banda Aceh telah melaksanakan pasar murah, pasar pangan murah, hingga pasar murah daging meugang sebanyak 10 kali pelaksanaan.
Program tersebut dihadirkan untuk memudahkan masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama pada saat harga pasar mengalami kenaikan.
Pemerintah berharap berbagai intervensi yang dilakukan dapat terus menjaga kestabilan ekonomi masyarakat serta meringankan beban pengeluaran rumah tangga warga Banda Aceh. (Adv)
Editor: RedaksiReporter: Redaksi











