Home / Advetorial / Banda Aceh

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:40 WIB

Pemberdayaan Masyarakat di Banda Aceh Diperkuat, Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Gampong

mm Redaksi

Kelompok Wanita Tani ( KWT) Banna Tani Gampong Kota Baru Kecamatan Kuta Alam melaksanakan Panen aneka sayuran berupa Pakcoy, kangkung. Foto: Gampong Kota Baru

Kelompok Wanita Tani ( KWT) Banna Tani Gampong Kota Baru Kecamatan Kuta Alam melaksanakan Panen aneka sayuran berupa Pakcoy, kangkung. Foto: Gampong Kota Baru

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat pemberdayaan masyarakat di tingkat gampong dengan mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam berbagai sektor ekonomi. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti, mengatakan perempuan kini tidak lagi hanya berperan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi telah menjadi bagian penting dalam penggerak ekonomi gampong.

“Perempuan berperan sebagai pelaku UMKM, pelaku industri rumahan, anggota Kelompok Wanita Tani, serta terlibat sebagai pengurus BUMG di sejumlah gampong,” kata Ritasari, Mingu (14/6/2026).

Baca Juga :  Wali Kota Banda Aceh Ajak Lestarikan Lingkungan dengan Tanam Pohon Multi fungsi
Ilustrasi. Kegiatan pemberdayaan perempuan. Foto: Dok. Istimewa

Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam berbagai aktivitas ekonomi merupakan bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat yang terus didorong pemerintah di tingkat gampong.

Kontribusi perempuan tersebut tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi lokal dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Untuk mendukung hal itu, DPMG terus melaksanakan berbagai program peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan, melalui pelatihan keterampilan dan penguatan organisasi.

Baca Juga :  Kasus Influenza A Melonjak, Ruang Rawat RSUD Penuh

Beberapa pelatihan yang telah dilaksanakan meliputi pelatihan public speaking, merangkai sirih, kerajinan tangan, hingga manajemen administrasi PKK. Program tersebut dirancang untuk membekali masyarakat dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan ekonomi maupun sosial.

Ritasari menjelaskan, penguatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam pembangunan gampong karena pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan, tetapi juga membangun kepercayaan diri agar masyarakat, khususnya perempuan, lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan gampong,” ujarnya.

Baca Juga :  Disbudpar Aceh dan Hubdam IM Sosialisasikan Pelestarian Cagar Budaya ke Seratusan Pelajar

DPMG menilai pemberdayaan masyarakat yang berbasis ekonomi lokal memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga. Karena itu, pemerintah akan terus memperluas ruang partisipasi masyarakat dalam berbagai program pembangunan.

Melalui penguatan keterampilan, dukungan terhadap usaha produktif, dan peningkatan partisipasi warga, Pemko Banda Aceh berharap gampong-gampong mampu tumbuh lebih mandiri dan berdaya saing. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Advetorial

Rekam Jejak 11 Kali Bencana Tsunami Melanda Aceh Dipamerkan di Museum Tsunami

Advetorial

DPR Aceh Dukung Langkah Mualem Gaet Investasi dari Uni Emirat Arab

Banda Aceh

SAPA Desak Pemerintah Aceh dan PLN Benahi Krisis Pemadaman Listrik yang Terus Berulang

Advetorial

Jadi Ikon Kota Takengon, Yuk Intip Potret Keindahan Wisata Danau Lut Tawar dengan Luas 5.472 Hektare

Banda Aceh

Wali Kota Illiza Serahkan Piala Bergilir dan Dukung Kafilah Banda Aceh di MTQ Aceh ke-37 di Pidie Jaya

Advetorial

Pemerintah Kota Banda Aceh Prioritaskan Jaminan Bagi Pekerja Rentan

Advetorial

Pemko Banda Aceh Gelar Pasar Murah Daging Meugang, Jaga Perdagangan Tetap Stabil Jelang Iduladha

Advetorial

Kasus TBC Masih Tinggi, Banda Aceh Perkuat Sistem Kesehatan Lewat Program RSSH