Home / Banda Aceh / Kesehatan

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:06 WIB

IBI Banda Aceh Gelar Seminar Ilmiah, Perkuat Peran Bidan Cegah AKI dan Stunting

mm Teuku Nizar

Salah satu kegiatan seminar IBI Bidan Delima Banda Aceh dalam rangka HUT IBI. Foto. Dok. Teukunizar/noa.co.id

Salah satu kegiatan seminar IBI Bidan Delima Banda Aceh dalam rangka HUT IBI. Foto. Dok. Teukunizar/noa.co.id

Banda Aceh — Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Banda Aceh melalui Bidan Delima menggelar seminar ilmiah dalam rangka menyambut HUT IBI ke-75, Sabtu (15/8/2026).

Seminar mengangkat tema “Optimalisasi Peran Bidan sebagai Garda Terdepan dalam Meningkatkan Status Gizi Ibu Hamil dan Nifas sebagai Langkah Nyata Penurunan AKI dan Pencegahan Stunting.”

Kegiatan tersebut menghadirkan 15 bidan terpilih dari berbagai wilayah kerja di Kota Banda Aceh dan luar daerah.

Seminar ini bertujuan memperkuat kompetensi serta wawasan bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Khususnya terkait pemenuhan gizi, deteksi dini faktor risiko, pencegahan komplikasi, dan stunting.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Aceh, Mars IBI, dan Hymne IBI.

Ketua panitia kemudian menyampaikan laporan, dilanjutkan sambutan Ketua PC IBI Kota Banda Aceh.

Serta sambutan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh yang mewakili sekaligus membuka kegiatan.

Panitia juga menyerahkan piagam penghargaan dan cenderamata kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh serta cenderamata kepada sponsor.

Kegiatan kemudian berlanjut dengan sesi seminar ilmiah yang menghadirkan tiga pemateri dari berbagai bidang keahlian.

Baca Juga :  Distribusi MBG di Banda Aceh Kembali Normal, 95 Ribu Porsi Disalurkan dengan Menu Siap Santap

Pemateri pertama, dr. Fiona Desi Amelia, Sp.GK., AIFO-K, membawakan materi “Intervensi Gizi Berbasis Siklus Kehidupan pada Ibu Hamil, Bersalin dan Nifas serta Bayi dan Balita dalam Mendukung 1.000 Hari Pertama Kehidupan dan Pencegahan Stunting.”

Materi tersebut menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi secara berkelanjutan sejak masa kehamilan hingga bayi dan balita.

Pendekatan itu menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah stunting.

Selanjutnya, Bdn. Safnita Hamzah, S.ST., M.Kes., menyampaikan materi “Kewenangan Klinis Bidan dalam Pendekatan Asuhan Gizi Terintegrasi pada Ibu Hamil, Bersalin dan Nifas sebagai Upaya Pencegahan Komplikasi Maternal, Penurunan AKI dan Pencegahan Stunting.”

Materi tersebut juga membuka ruang diskusi dan tanya jawab.

Para peserta berbagi pengalaman terkait pelayanan kebidanan serta tantangan yang mereka hadapi dalam memberikan asuhan kepada ibu dan anak.

Pemateri ketiga, dr. Rahmat, Sp.OG, mengangkat tema “Implikasi Obstetri Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan Anemia pada Kehamilan terhadap Persalinan, Masa Nifas dan Luaran Maternal Perinatal dalam Mendukung Penurunan AKI dan Pencegahan Stunting.”

Baca Juga :  Diare Ancaman Serius Bagi Balita di Aceh

Ia menjelaskan dampak KEK dan anemia terhadap kesehatan ibu dan bayi serta pentingnya deteksi dan penanganan sejak dini untuk menekan risiko komplikasi maternal dan perinatal.

Ketua Bidan Delima Kota Banda Aceh sekaligus Ketua Panitia, Bd. Cut Khairiati, SST, mengatakan seminar tersebut menjadi sarana bagi para bidan untuk memperbarui ilmu dan wawasan yang dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari.

“Diharapkan bidan dapat memperoleh ilmu dan wawasan terbaru yang dapat diterapkan dalam praktik pelayanan kebidanan, khususnya dalam mendukung status gizi ibu dan pencegahan stunting,” ujarnya.

Ketua IBI Kota Banda Aceh, Bdn. Safnita Hamzah, S.ST., M.Kes., menegaskan bidan memiliki posisi strategis dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Menurutnya, bidan perlu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan asuhan yang optimal.

“Bidan tidak bekerja dalam isolasi. Bidan adalah koordinator utama yang menghubungkan berbagai elemen asuhan. Oleh bidan sebagai garda terdepan, bidan berdaya, menjadikan ibu dan bayi sehat, keluarga bahagia dan bangsa kuat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ns. Yennizar, SST., S.Kep., M.Si., yang mewakili Dinas Kesehatan Provinsi Aceh sekaligus membuka seminar, menyebut peran bidan tidak hanya berkaitan dengan proses persalinan.

Baca Juga :  Pemilik Toko Obat di Abdya Resmi Ditahan Jaksa

Bidan juga memiliki peran penting dalam meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu serta anak.

“Bidan bukan hanya penolong persalinan tetapi juga generator ibu hamil dan garda terdepan dalam meningkatkan status gizi ibu hamil, bersalin dan nifas. Tingkatkan kompetensi. Semoga seminar ini menjadi wadah serta komitmen bersama untuk mencegah AKI dan AKB,” katanya.

Salah seorang peserta, Herlina, Amd.Keb., menilai seminar tersebut memberikan tambahan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan pelayanan di lapangan.

“Kami berharap pelaksanaan kegiatan seperti ini secara berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi bidan,” ujarnya.

Seminar ilmiah dalam rangka HUT IBI ke-75 tersebut dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang kebidanan.

Melalui peningkatan kompetensi, para bidan harapannya mampu memperkuat pemantauan status gizi, melakukan deteksi dini faktor risiko kehamilan.

Serta mencegah komplikasi, serta berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting pada bayi dan balita.

Penutupan kegiatan dengan pembagian souvenir kepada peserta, foto bersama, dan penutupan.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

DPP PNA Gerakan Seluruh Elemen Untuk Menangkan Mualem-Dek Fadh

Banda Aceh

ASN Pemerintah Aceh Raih Gelar Doktor Lewat Publikasi Jurnal Q1, Lulus Cumlaude di USK

Advetorial

Permintaan Meugang Dongkrak Harga Daging di Banda Aceh, Harga Daging Sapi Tembus Rp180 Ribu

Banda Aceh

Toko Ponsel Banda Aceh Terbakar, Damkar Kerahkan 8 Armada

Kesehatan

Hari Posyandu Nasional 2026 Dipusatkan di Aceh Utara, Tri Tito Ajak Warga Bangkit Pasca Bencana

Advetorial

Pasar Murah Daging Meugang Jadi Program Rutin Pemko Banda Aceh Jaga Daya Beli Warga

Banda Aceh

Roni Guswandi Calon Tunggal Ketua Umum FPTI Aceh 2026–2030

Advetorial

Pemerintah Dorong Generasi Muda Peduli Kelestarian Lingkungan