Home / Daerah

Jumat, 5 Juli 2024 - 12:35 WIB

Dubes Jerman Kagumi Inovasi Nilam USK

mm Redaksi

Sejumlah anggota kedutaan Jerman melihat sejumlah riset dari hasil riset ARC-Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh. Foto: Hidayat S/Noa.co.id

Sejumlah anggota kedutaan Jerman melihat sejumlah riset dari hasil riset ARC-Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh. Foto: Hidayat S/Noa.co.id

Banda Aceh – Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ina Level, menyampaikan apresiasi dan rasa kagumnya terhadap inovasi hasil riset ARC-Universitas Syiah Kuala (USK). Hal tersebut disampaikan Ina Lepel dalam diskusi dengan civitas akademika USK di Ruang VIP AAC Dayan Dawood Kampus USK Darussalam Banda Aceh.

“Tadi saya melihat dan mencoba sendiri produk dari patchouli di USK Store. Sungguh mengagumkan, produk komersial semacam itu bisa dihasilkan oleh universitas,” kata Ina, Jumat, 5 Juli 2024.

Menurut Ina, inovasi nilam yang dilakukan USK hingga menghasilkan produk inovasi yang berkualitas bisa menjadi salah satu contoh terbaik bagaimana kampus mengembangkan inovasi riset hingga bisa sampai pada produk komersial yang serta menjadi income untuk universitas.

Baca Juga :  Diduga salah Satu Cagub Aceh Akan Mencoblos Dua Kali

“Saya tahu selama ini Jerman membeli patchouli dari India. Namun baru tahu bahwa Aceh memiliki patchouli terbaik. Bahkan saya baru saja diberitahukan bahwa sebagian patchouli India juga berasal dari Indonesia khususnya Aceh,” kata Ina.

Ina mengaku akan memastikan terjalin komunikasi lebih lanjut untuk kemungkinan kolaborasi antara perusahaan Jerman dan Indonesia terkait perdagangan patchouli.

Wakil Rektor 1 USK, Agussabti, mengucapkan terima kasih kepada Duta Besar Jerman atas kunjungannya ke USK. Menurut Agussabti, USK siap bekerja sama dengan Jerman dalam berbagai bidang. Apalagi banyak dosen USK merupakan alumni dari berbagai universitas ternama di Jerman.

Baca Juga :  Azmi : Kami telah berusaha, Mohon doanya agar secara bertahap dapat di selesaikan  

“USK memiliki 12 Fakultas dan lebih dari 140 prodi dengan 34 ribu mahasiswa dan sekitar 1.700 dosen. Hal ini merupakan potensi besar untuk bisa melaksanakan berbagai program kerja sama antara 2 negara,” kata Agussabti.

“USK siap bekerja sama dalam kolaborasi pendidikan, penelitian, inovasi dan bisnis dengan berbagai institusi Jerman di masa yang akan datang,” sambungnya.

Acara kunjungan tersebut  diakhiri dengan saling bertukar souvenir berupa plakat, parfum nilam, body serum nilam, dan kopi produksi USK antara WR1 USK Agussabti dengan Duta Besar Ina Lepel.

Baca Juga :  Bakri Siddiq; Kerjasama BASAJAN Harus Diintensifkan dan Ditingkatkan

Duta Besar Ina Lepel sebelumnya juga diajak untuk melihat usaha USK Batik yang dibuat oleh mahasiswi-mahasiswi USK. Direktur DBDL USK menjelaskan bagaimana USK Batik dikembangkan oleh mahasiswi melalui berbagai pelatihan dari perusahaan mitra asal Bogor Jawa Barat sehingga menghasilkan batik tulis (handmade batik) dengan motif tradisional Aceh.

Setelah acara di AAC, Duta Besar Ina Lepel melanjutkan kunjungan ke TDMRC (Pusat Riset Tsunami) untuk berdialog dengan alumni-alumni Jerman yang ada di Aceh.

Penulis: Hidayat S

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Warga Maheng Tak Bisa Tidur Tunggu Kehadiran Kapolda Aceh

Daerah

Menko Polkam Tinjau Pemulihan Bencana di Tiga Wilayah Provinsi Aceh

Daerah

Kanwil Bea Cukai Aceh Dukung UMKM Naik Kelas

Daerah

Yuk, Ikuti Lomba Menulis Pekan Raya Santri Aceh 2023

Daerah

Pj Bupati Iswanto Terima Audiensi PP-HIMAB

Daerah

BPJS Kesehatan Maksimalkan Layanan JKN di Simeulue lewat Aplikasi SIPP

Daerah

Pemerintah Aceh Fasilitasi Kepulangan Jenazah Ulama Karismatik Aceh Tu Sop Dari Jakarta

Daerah

Pimpinan Kampus Unada Gelar Kegiatan Silaturrahmi Dan Sosialisasi Kampus di Dataran Tinggi Gayo