Home / Daerah

Sabtu, 3 Agustus 2024 - 10:22 WIB

Implementasi Pola Asuh Authoritative Terhadap Anak Binaan di LPKA Klas II Banda Aceh

mm Redaksi

Kampus STISIP Al Washliyah Banda Aceh, saat melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di LPKA Klas II Banda Aceh. Foto: NOA.co.id

Kampus STISIP Al Washliyah Banda Aceh, saat melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di LPKA Klas II Banda Aceh. Foto: NOA.co.id

Banda Aceh – Chairul Bariah, S.H., M.H, seorang dosen dari Program Studi Antropologi STISIP Al Washliyah Banda Aceh, melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat dengan skema Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Kegiatan ini berupa pelatihan dengan tema “Implementasi Pola Asuh Authoritative Terhadap Anak Binaan di LPKA Klas II Banda Aceh”.

Pengabdian ini bertujuan untuk memenuhi kewajiban akademik sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Ibu Chairul Bariah yang berperan sebagai ketua pelaksana didampingi oleh dua dosen lainnya, Erna Fitriani Hamda, M.Pd, dan Lasri, S.Pd., M.Pd, serta lima mahasiswa dari Program Studi Antropologi STISIP Al Washliyah: Saudah, Sulis Br Manik, Dedi Bancin, Mardianti, dan Bunayya.

Baca Juga :  Tertinggi di Aceh Tertibkan PSU, Muhammad Iswanto Peroleh Penghargaan KPK 

Dalam kegiatan ini, Ibu Chairul Bariah menjelaskan tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk mengevaluasi dan menerapkan pola asuh authoritative di LPKA Klas II Banda Aceh.

“Pola asuh authoritative dinilai penting dalam mendukung perkembangan sosial anak-anak binaan, mengingat lingkungan keluarga dan pola asuh orang tua sangat mempengaruhi perkembangan sosial anak,” kata Chairul.

Sementara itu, Erna Fitriani Hamda menambahkan bahwa lingkungan keluarga memainkan peran penting dalam pembentukan karakter dan perilaku anak.

Baca Juga :  Diduga Bawa Sabu, Pria Asal Keude Reudep Ditangkap Polisi

“Keluarga yang harmonis akan membantu anak berkembang dengan baik, sedangkan keluarga dengan lingkungan yang buruk dapat menjadi hambatan dalam perkembangan sosial anak. Oleh karena itu, orang tua harus menciptakan kondisi rumah yang kondusif dan memberikan bimbingan yang baik,” ujarnya.

Pelatihan ini dilaksanakan pada Rabu, 31 Juli 2024, dimulai pukul 08.30 WIB di aula LPKA Klas II Banda Aceh. Kabag Pembinaan LPKA, Bapak Sulaiman, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini.

Ismail, S.H., mewakili ketua Lapas LPKA Klas II Banda Aceh, menjelaskan peran petugas Lapas sebagai pengawas anak binaan.

“Petugas Lapas memiliki pengaruh signifikan dalam proses pembinaan anak-anak. Mereka bertanggung jawab atas keamanan, keselamatan, dan pengawasan anak-anak tersebut, dengan tujuan membantu mereka menjadi anggota masyarakat yang berharga di masa depan,” katanya.

Baca Juga :  Majelis Hakim PT BNA Kuatkan Pidana Perkara Tambang Ilegal di Aceh Jaya

Sebagai langkah awal dalam menerapkan pola asuh authoritative, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi institusi lainnya dalam melakukan pendekatan yang lebih humanis dan efektif terhadap anak binaan.

Dengan sinergi antara akademisi, lembaga pemasyarakatan, dan masyarakat, kita dapat memberikan harapan baru dan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda yang saat ini berada di balik jeruji besi.

Editor: Amiruddin MK

Share :

Baca Juga

Daerah

PWI Aceh dan Gerakan Jurnalis Bersatu Tolak RUU Penyiaran yang Mengancam Kebebasan Pers

Daerah

Dishub Aceh Pertahankan Gelar SKPA Informatif Terbaik Tahun 2024

Aceh Timur

Kasdam IM Tinjau Hasil Optimasi Lahan Rawa di Wilayah Kodim 0104/Aceh Timur

Daerah

KCP PT Bank Aceh Malikussaleh Resmi Beroperasi

Daerah

Pemerintah Aceh dan Pemkab Bireuen Perkuat Sinergi Tangani Dampak Sosial Pasca Banjir

Daerah

Triwulan Pertama Tahun 2023, Ombudsman Aceh Terima 123 Laporan Masyarakat

Daerah

204 Calon Jama’ah Haji Pidie Jaya Tergabung Kloter 6 diterbangkan ke Arab Saudi

Daerah

Pemerintah Aceh Umumkan 15 Calon Anggota Komisi Informasi Aceh Lulus Tes Wawancara dan Uji Baca Alquran