Home / Aceh Barat Daya / Hukrim

Rabu, 13 November 2024 - 14:00 WIB

Desak APH Awasi Dana Desa, SaKA: Penegak Hukum Berhak Mengawasi 

mm Redaksi

Ketua SaKA, Miswar

Ketua SaKA, Miswar

Aceh Barat Daya – Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten Aceh Barat Daya didesak untuk mengawasi penggunaan Dana Desa (DD) di Kabupaten setempat.

Permintaan ini disampaikan Ketua Yayasan Supremasi Keadilan Aceh (SaKA), Miswar, menyusul laporan bahwa 140 dari 152 Gampong di Aceh Barat Daya telah menerima tahap kedua Dana Desa tahun 2024.

“Pihak APH hukum berhak mengawasi dan bahkan mengaudit penggunaan anggaran yang bersumber dari APBN tersebut,” kata Miswar di Blangpide, Rabu (13/11/2024).

Baca Juga :  Hanya Satu Bakal Calon, Ketua SC: Mukab Tetap Dilakukan Sesuai Tahapan 

Disamping itu juga, kata Miswar, disinyalir tidak sedikit Keuchik di Kabupaten Aceh Barat Daya yang terlibat menjadi timses calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada 2024 ini.

“Bahkan ada juga di antara mereka secara berani tampil diatas panggung berkampanye untuk kemenangan calon yang didukungnya,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan Dana Desa.

Hal ini untuk memastikan dana tersebut benar-benar digunakan untuk kesejahteraan masyarakat desa.

“Pengawasan menyeluruh oleh APH terhadap penggunaan Dana Desa agar tidak terjadi penyalahgunaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kapuspenkum Kejagung RI Terima Kunjungan Edukasi Mahasiswa BINUS University

Menurut Miswar, pengawasan ini penting untuk menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai transparansi dan akuntabilitas penggunaan Dana Desa.

 “Penegak hukum berhak mengawasi bahkan mengaudit DD ini agar masyarakat mengetahui bagaimana dana yang telah dicairkan digunakan,” katanya.

“Audit ini akan membantu memastikan bahwa dana tersebut digunakan sesuai dengan peruntukannya,” tambahnya.

Miswar juga mengingatkan bahwa penggunaan Dana Desa harus sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Seribuan Muda-Mudi Kecamatan Susoh Ngopi Bersama SARAN

Termasuk alokasi 20 persen Dana Desa untuk ketahanan pangan.

“20 persen Dana Desa harus digunakan untuk pembangunan infrastruktur pertanian, penyediaan bibit unggul, pupuk dan pelatihan teknik pertanian modern. Namun, hingga kini, kegiatan itu belum terlihat,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan penjelasan mengenai keterlambatan atau sepinya kegiatan pembangunan ini.

“Transparansi dalam penggunaan Dana Desa sangat penting untuk memastikan bahwa dana tersebut benar-benar digunakan untuk kesejahteraan masyarakat desa,” tutupnya.

Editor: Amiruddin

Share :

Baca Juga

Aceh Timur

Lakukan Pengancaman Terhadap Abang Ipar Pemuda Ini Diciduk Polisi

Aceh Timur

Polsek Pantee Bidari Selesaikan Kasus Penipuan Dan Penggelapan

Hukrim

Imigrasi Jaring 43 WNA yang Bekerja di Kelab Malam

Hukrim

Polisi Limpahkan Satu Tersangsa UU ITE ke JPU

Hukrim

Langgar aturan keimigrasian, Imigrasi Aceh Deportasi WNA asal Malaysia

Aceh Barat Daya

Kejari Aceh Barat Daya Bagikan Takjil dan Buka Bersama 

Hukrim

KPK : Pentingnya Sinergi APH dan APIP dalam Penanganan Pengaduan Korupsi

Aceh Barat Daya

Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Kapolres: Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Abdya Meningkat