Home / Ekbis

Senin, 16 Juni 2025 - 11:35 WIB

Mahasiswa KKN STIE Lhokseumawe Latih Warga Buat Sabun Ramah Lingkungan dari Daun Pandan dan Jeruk Nipis

mm Redaksi

Mahasiswa KKN STIE Lhokseumawe Latih Warga Buat Sabun Ramah Lingkungan dari Daun Pandan dan Jeruk Nipis. Foto: Dok. Pribadi

Mahasiswa KKN STIE Lhokseumawe Latih Warga Buat Sabun Ramah Lingkungan dari Daun Pandan dan Jeruk Nipis. Foto: Dok. Pribadi

Kuta Makmur – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari STIE Lhokseumawe yang tergabung dalam Kelompok I di bawah supervisi Maryana, S.E., M.Si., Ak., menggelar pelatihan pembuatan sabun cuci piring berbahan dasar alami berupa daun pandan dan jeruk nipis. Kegiatan ini berlangsung di Gampong Meunasah Dayah Meunara, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, pada Minggu (15/6/2025) dan diikuti oleh 49 peserta yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri setempat.

Kegiatan yang merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengedukasi warga agar dapat memanfaatkan potensi sumber daya alam di lingkungan sekitar untuk kebutuhan rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Tekan Inflasi, Pemkab Aceh Besar Kembali Gelar Pasar Khusus di Montasik

“Salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bagaimana cara memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di sekitar mereka menjadi produk bermanfaat. Sabun ini tidak hanya aman dan ramah lingkungan, tapi juga ekonomis. Harapannya bisa dipakai sendiri dan juga dijual untuk menambah penghasilan,” ungkap Arini, salah satu mahasiswa peserta KKN.

Materi pelatihan disampaikan oleh Eva Amalia. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa bahan yang digunakan sangat sederhana dan mudah didapat, yaitu daun pandan, jeruk nipis, garam halus, Texapon, dan air. “Ini adalah alternatif sabun cuci piring yang tidak hanya efektif membersihkan, tetapi juga tidak mencemari lingkungan,” ujar Eva.

Baca Juga :  Bank Aceh Raih Penghargaan UIN Ar Raniry Awards

Respons peserta pun sangat positif. Hamidah, salah seorang ibu rumah tangga peserta pelatihan, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. “Saya ingin membuat sabun ini untuk dipakai sendiri di rumah. Bahan-bahannya murah dan mudah dicari, cara membuatnya juga gampang. Lumayan bisa menghemat pengeluaran,” ujarnya.

Baca Juga :  Sosialisasi Penggunaan QRIS untuk Para Atlet, Pj Gubernur Aceh Apresiasi BSI

Sementara itu, Zuraida, peserta lainnya, melihat peluang usaha dari pelatihan tersebut. “Saya tertarik membuat produk ini untuk dijual. Karena bahan-bahannya alami dan aman, saya yakin banyak orang yang akan tertarik membelinya,” tuturnya optimis.

Pelatihan ini menjadi contoh bagaimana sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat dapat membuka peluang ekonomi baru berbasis potensi lokal. Mahasiswa KKN STIE Lhokseumawe berharap kegiatan serupa bisa terus dikembangkan di gampong-gampong lainnya sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi masyarakat dari akar rumput.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

BSI Optimalkan Seluruh Layanan, Dukung Kelancaran Transaksi Finansial PON XXI 2024

Ekbis

Sinergi Bank Indonesia Aceh, Pemerintah Aceh, dan KDEKS Sukseskan Road To FESyar 2026

Daerah

Topping Off Green Building BSI di Aceh Rampung dan Akan Diresmikan Awal Tahun 2024

Ekbis

Perbankan Syariah: Tantangan dan Harapan untuk Masa Depan Berkelanjutan

Ekbis

Ungkap Berdirinya Perbankan Syariah Saat Pandemi, BSI Gelar Diskusi Mega Merger In The Pandemic Era

Ekbis

Permintaan Kambing Kurban Meningkat Jelang Idul Adha, Harga Tembus Rp 6,5 Juta Per Ekor

Ekbis

Bank Aceh Kembali Dipercaya Salurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2024

Daerah

Pemda Aceh Selatan dan PT Kota Fajar Semen Indonesia Langgar Moratorium Izin Pertambangan Baru