Home / Aceh Barat / Nasional / Pemerintah Aceh

Selasa, 8 Juli 2025 - 17:09 WIB

Hashim Djodjohadikusumo Resmikan Pabrik Karet di Aceh Barat, Tarmizi: Membantu Membuka Lapangan Kerja

mm Redaksi

Hashim Djodjohadikusumo Resmikan Pabrik Karet di Aceh Barat, Tarmizi: Membantu Membuka Lapangan Kerja. Foto: Dok. Diskominsa Aceh Barat

Hashim Djodjohadikusumo Resmikan Pabrik Karet di Aceh Barat, Tarmizi: Membantu Membuka Lapangan Kerja. Foto: Dok. Diskominsa Aceh Barat

Meulaboh — Direktur Utama Arsari Group, Hashim Djodjohadikusumo, bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haytar, dan Bupati Aceh Barat Tarmizi SP MM meresmikan pabrik karet remah PT Potensi Bumi Sakti di Desa Gle Siblah, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat, Selasa (8/7/2025).

Peresmian pabrik ini menjadi angin segar bagi masyarakat Aceh Barat yang tengah berjuang menghadapi tingginya angka pengangguran dan kemiskinan.

Bupati Aceh Barat Tarmizi SP MM mengungkapkan bahwa di kabupatennya terdapat sekitar 50.300 pengangguran terbuka, dengan tingkat kemiskinan mencapai 17,6 persen.

“Bapak Hashim datang di saat yang sangat tepat, membantu membuka lapangan kerja di Aceh Barat. Saat rekrutmen tahap awal saja, dari 120 orang tenaga kerja yang dibutuhkan, pendaftar mencapai 4.200 orang. Ini membuktikan betapa mendesaknya kebutuhan lapangan kerja di sini,” ujar Tarmizi

Baca Juga :  KOMPAK Resmi Berakhir di Aceh Barat

Ia juga menyampaikan, bahwa pemerintah daerah kini dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam menghadapi berkurangnya Dana Otsus dan terbatasnya sumber pendapatan. “Kami tidak ingin mengecewakan Bapak Presiden. Kami wajib mencari solusi agar rakyat sejahtera. Kehadiran PT Potensi Bumi Sakti menjadi bukti menciptakan lapangan kerja dan mendongkrak ekonomi daerah,” katanya.

Tarmizi pun berharap kehadiran industri karet remah ini akan semakin lengkap jika ke depan hasil olahan karet SIR 20 bisa diekspor langsung melalui pelabuhan di Aceh Barat. “Kami sedang menyiapkan studi kelayakan pelabuhan, Insya Allah ke depan Aceh Barat punya pelabuhan sendiri. Mohon dukungan penuh dari Bapak Hashim dan seluruh pihak,” pintanya.

Baca Juga :  Komnas HAM Dorong HAM Sebagai Agenda Prioritas Pemerintah Baru

Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menegaskan bahwa Aceh aman dan damai, sehingga sangat layak menjadi tujuan investasi. Ia meminta media untuk membantu menyebarluaskan kabar baik ini ke seluruh Indonesia.

“Kondisi Aceh aman dan damai, dan tentu saja aman untuk investasi. Pengangguran di Aceh masih tinggi, pabrik ini akan sangat membantu menyerap tenaga kerja. Kami optimis akan hadir lebih banyak industri di Aceh, seperti pabrik rokok di Aceh Utara, pabrik beras di Aceh Utara, dan pabrik lainnya di Aceh Selatan,” jelas Mualem.

Baca Juga :  KPK Menduga Pemerasan TKA Juga Terjadi di Imigrasi

Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan Forkopimda untuk menjaga kondusivitas daerah. “Modal utama kita adalah situasi yang aman agar investor tidak ragu masuk ke Aceh”

Ia menambahkan, Setiap tahun ribuan anak muda Aceh menjadi sarjana, tetapi karena kurangnya peluang kerja, banyak yang terpaksa mengadu nasib ke negeri jiran Malaysia. Ini tantangan kita bersama,” tegasnya.

Secara khusus, Mualem juga meminta dukungan penuh untuk rencana pembukaan jalur penyeberangan kapal roro dari Aceh ke Penang, Malaysia, guna memperluas akses ekonomi rakyat Aceh.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

WWF Bali Sukses, Selamat untuk Mabes Polri

Pemerintah Aceh

Dinas Pendidikan Aceh Pastikan Proses Kerja Sama Media Berjalan Profesional

Aceh Barat

Polres Aceh Barat Tangkap Pelaku Penganiayaan Berat

Nasional

Ombudsman RI Minta Imigrasi Perkuat Deteksi Dini TPPO dan Kesiapsiagaan Administrasi

Nasional

Kemenko Polkam Pantau Situasi Mudik Idul Fitri 1446 H

Aceh Barat

BNPB Siap Droping Logistik ke Desa Sikundo Aceh Barat yang Terisolir Akibat Bencana

Aceh Barat

Aceh Barat Digagas Jadi Daerah Penanggulangan Kemiskinan

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Terima LHP BPK Terkait Belanja Pilkada 2024, Pastikan Seluruh Temuan Ditindaklanjuti