Home / Parlementaria

Selasa, 10 Februari 2026 - 19:13 WIB

Buka Musprov IAI Aceh, Ketua DPRK Banda Aceh Dorong Peran Arsitek dalam Rehab-Rekon Pascabencana

mm Redaksi

Suasana seminar kebencanaan dalam rangka Musprov IAI Aceh yang dihadiri arsitek dan pemangku kepentingan di Banda Aceh, Jumat (6/2/2026). Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Suasana seminar kebencanaan dalam rangka Musprov IAI Aceh yang dihadiri arsitek dan pemangku kepentingan di Banda Aceh, Jumat (6/2/2026). Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Banda Aceh — Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, S.T., membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Aceh yang digelar di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Jumat (6/2/2026).

Dalam sambutannya, Irwansyah menekankan pentingnya keterlibatan arsitek dalam proses pembangunan Aceh, mulai dari level provinsi hingga kabupaten/kota, terutama dalam konteks rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Apalagi pascabencana, peran arsitek ini harus benar-benar dimaksimalkan,” ujar Irwansyah.

Ia menilai, komunikasi dan kolaborasi antara Pemerintah Aceh dengan IAI perlu terus diperkuat agar karya, desain, serta gagasan para arsitek dapat menjadi bagian dari kebijakan pembangunan daerah.

“Misalnya konsep hunian. Jika arsitek memiliki ide dan desain hunian yang layak serta sesuai untuk daerah rawan bencana, tentu hal tersebut dapat diterapkan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ketua DPRA Mengaku Belum Menerima Berkas PAW Partai Demokrat dan PNA

Irwansyah juga menyoroti pentingnya konsep hunian yang adaptif terhadap kondisi wilayah rawan banjir maupun bencana lainnya. Menurutnya, para arsitek memiliki peran strategis dalam memberikan masukan dan gambaran teknis kepada pemerintah.

“Ide-ide seperti ini dapat disumbangkan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang saat ini sedang berjalan, khususnya dalam pembangunan hunian tetap,” tambahnya.

Selain hunian, Irwansyah menekankan pentingnya penataan ruang pascabencana, terutama pada kawasan yang masih terdampak lumpur dan kerusakan lingkungan.

“Perlu dikaji apakah kawasan tersebut masih layak dipertahankan sebagai permukiman, atau justru membutuhkan gagasan baru dari IAI yang dinilai cocok dan layak untuk dieksekusi oleh Pemerintah Aceh,” papar Irwansyah yang juga menjabat sebagai Ketua IKAARS (Ikatan Alumni Arsitektur Universitas Syiah Kuala).

Dalam kesempatan itu, Irwansyah turut mengapresiasi peran IAI, baik di tingkat pusat maupun Aceh, terutama dalam fase tanggap darurat bencana sebelumnya. Berbagai langkah produktif dan positif dinilai telah dilakukan, sehingga menumbuhkan rasa kebersamaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Baca Juga :  Ketua DPRA akan Lanjutkan Pansus Tambang

Ia juga menyinggung sejarah panjang Aceh yang memiliki posisi strategis dalam eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mulai dari masa perang melawan penjajah, konflik bersenjata, hingga berbagai bencana besar seperti tsunami, gempa bumi Pidie Jaya, dan banjir bandang.

“Ketahanan masyarakat Aceh telah teruji. Karena itu, diharapkan pemerintah pusat dapat memberikan perhatian ekstra dalam pembangunan kembali Aceh,” ungkapnya.

Irwansyah mengingatkan bahwa Aceh pernah menjadi penopang eksistensi Indonesia saat masa perang kemerdekaan, termasuk melalui siaran Radio Rimba Raya yang menyampaikan kepada dunia bahwa Indonesia masih ada dan berdaulat.

Baca Juga :  Terima Audiensi Pengurus PWI Aceh, Ini Pesan Ketua DPRA
Seminar dan Pameran Arsitektur Kebencanaan

Musprov IAI Aceh diawali dengan seminar kebencanaan dan pameran karya arsitektur dari para arsitek. Seminar menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Budi Pradono dari STAR Arsitek Indonesia, Gayuh Budi Utomo dari Satgas Bencana IAI, serta Winardi Aramiko dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).

Selama dua hari, 6–7 Februari 2026, karya-karya arsitektur bertema kebencanaan dipamerkan dan dapat diakses oleh publik.

Agenda utama Musprov ini adalah pemilihan Ketua IAI Aceh. Dalam musyawarah tersebut, Ar. Said Husain, IAI, kembali dipercaya untuk melanjutkan kepemimpinan sebagai Ketua IAI Aceh periode berikutnya.

Irwansyah berharap ke depan kolaborasi antara arsitek dan wakil rakyat dapat terus diperkuat demi mewujudkan kota dan kawasan yang tertata, manusiawi, serta berkelanjutan.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Parlementaria

Sidang Paripurna di DPRA, Aceh Raih WTP Ke 8

Parlementaria

DPRA Tetapkan Draf Rancangan Perubahan UUPA, Ada 9 Pasal Penting 

Parlementaria

Komisi I DPRA Audiensi dengan SMSI Aceh, Bahas Sinergi Media dan Legislasi

Parlementaria

DPRA Minta KIP Aceh Segera Siapkan Berkas Usulan Pelantikan Gubernur Aceh

Aceh Barat

DPRK Aceh Barat Sahkan Qanun APBK 2023, PJ Bupati Mahdi Beri Apresiasi

Parlementaria

Sekretariat DPRA Raih Predikat Informatif Keterbukaan Informasi Publik 2025

Parlementaria

Muhtarom: Masyarakat Sejahtera, Hutan Terjaga  

Parlementaria

Upaya Lestarikan Naskah Kuno, BALEQ DPRA susun RAQAN