Home / Nasional / Peristiwa

Kamis, 12 September 2024 - 16:26 WIB

Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) Kembali Lahir di Taman Nasional Ujung Kulon

mm Redaksi

Satu individu baru badak jawa (Rhinoceros sondaicus) ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten (12/9/2024). (Foto : Humas KLHK).

Satu individu baru badak jawa (Rhinoceros sondaicus) ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten (12/9/2024). (Foto : Humas KLHK).

Banten – Kegiatan Tim Monitoring badak jawa Balai Taman Nasional Ujung Kulon Tahun 2024 yang dilaksanakan dengan menggunakan metode pemasangan sistematik sampling (cluster) kamera jebak, telah berhasil merekam induk dan anak badak jawa yang diduga merupakan anakan baru.

Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon Ardi Andono mengatakan, dengan ditemukannya 1 (satu) anak badak jawa baru ini di Tahun 2024 merupakan kabar gembira bagi Taman Nasional Ujung Kulon. Dikatakan Ardi, ini berkat usaha tim monitoring badak jawa yang bergerak tanpa mengenal lelah dalam mencari dan menempatkan camera-camera jebak di hutan setiap bulannya serta keberhasilan kebijakan fully protection area terhadap seluruh habitat Badak jawa di TNUK sehingga badak jawa dapat berkembangbiak dengan baik secara alami.

“Namun kita tidak boleh terlena dengan kegembiraan temuan kelahiran anak, meskipun badak jawa dapat berkembang biak bukan berarti habitat dan individu badak jawa aman dari berbagai gangguan. Aktifitas perburuan, predator (ajag/anjing hutan), penyakit, inbreeding, dan bencana alam yang berpeluang menghadang didepan kita yang mengancam keberadaan dan kelestarian badak jawa,” Kata Ardi dalam keterangan tertulisnya, Kamis 12 September 2024.

Baca Juga :  Dua Orang Diperiksa Sebagai Saksi Perkara Dugaan Tipikor Dalam Impor Besi Atau Baja

Sambungnya, Sebelumnya, pada 2022 dan 2023, dua individu baru anak badak Jawa juga terekam kamera jebak di Taman Nasional Ujung Kulon. Keduanya merupakan betina yang diberi indentitas ID.091.2022 dan ID.092.2023.

“Untuk itu, kita dan semua pihak yang membantu dalam upaya pelestarian badak jawa tidak boleh lengah dan selalu mengantisipasi terhadap setiap ancaman yang mungkin akan terjadi,” pungkas Ardi.

Baca Juga :  Menteri LHK : Generasi Muda Adalah Kunci Masa Depan Lingkungan

Diketahui, Lokasi perekaman berada di kamera jebak cluster pada tanggal 07 Mei 2024 pukul 05.50 WIB. Berdasarkan hasil identifikasi tim bahwa anakan badak jawa baru ini diperkirakan berusia 3 s/d 5 bulan dengan jenis kelamin betina dan diberi identitas ID.094.2024. Belum ada ciri khusus yang telihat dari penampakan badan anak badak jawa tersebut sehingga bisa dikategorikan normal.

Anak badak jawa yang baru ditemukan tersebut diberi nama IRIS oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tanggal 6 September 2024, yang disampaikan ketika menerima tamu Senior Fellow at the Bezos Earth Fund, Lord Zac Goldsmith dan President and CEO of Bezos Earth Fund Andrew Steer di Kantor KLHK Gedung Manggala Wanggala Wanabakti, Jakarta.

Badak induk dari anakan baru tersebut adalah Putri (ID.040.2012). Ini merupakan pertama kali Putri membawa anak badak artinya diindikasikan baru partama kali melahirkan. Badak Putri memiliki ciri cula batok yang cukup jelas; telinga kanan kiri normal (tidak memiliki bekas luka/cacat); dan ekor normal.

Baca Juga :  Jaksa Agung ST Burhanuddin : Hari Lahir Kejaksaan sebagai Simbol Terwujudnya Kedaulatan Penuntutan dan Advocaat General  

Respon induk badak jawa terhadap kamera jebak terlihat ketika badak berjalan mendekat dan hampir melewati posisi kamera, kemudian berhenti dan berbalik arah. Setelah itu induk badak menyerang kamera jebak.

Dugaan atas respon tersebut karena sensitifitas badak terhadap infra red dan kemungkinan tedapat bau asing dari unit kamera jebak itu sendiri. Selain itu berdasarkan pengalaman lapangan bahwa induk badak akan lebih agresif ketika membawa anak yang usianya masih kecil sebagai bentuk perlindungan induk kepada anaknya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Misi Kemanusiaan, AMPN salurkan Bantuan ke Aceh Tamiang dan Aceh Timur

Daerah

Warga Darul Kamal Temukan Tengkorak dan Kerangka Manusia, Korban Hilang 56 Hari Lalu

Nasional

Jawab Tudingan Miring, Kabareskrim: Kematian Brigadir Yoshua Aja Mereka Tutupi

Banda Aceh

Raker Komwil I APEKSI di Banda Aceh Usung Tema “Kota Tangguh, Fiskal Kuat, Kolaborasi Erat”

Nasional

Wali Nanggroe Aceh Terima Kunjungan Komandan Sesko TNI: “Menjaga Aceh Berarti Menjaga Indonesia”

Daerah

Presiden Prabowo Tinjau Lokasi Bencana di Bireuen, Didampingi Gubernur Aceh dan Jajaran Forkopimda

Nasional

Kemenko Polkam: Sense of Awareness Media Itu Penting Untuk Penguatan Komunikasi Seluruh Desk

News

Pemerintah Akan Beri Kado Spesial untuk Guru Non-ASN Saat Hardiknas 2025