Home / Hukrim

Rabu, 19 Oktober 2022 - 15:52 WIB

Diduga Syrup Batuk Anak Sebabkan Kematian, IAI Aceh: Himbau Masyarakat Konsultasi Obat ke Apotoker

mm Redaksi

NOA | Banda Aceh – Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi Aceh, Tedy Kurniawan Bakri menghimbau kepada masyarakat agar mengkonsultasikan kepada pihak Apoteker dalam hal mengkonsumsi obat batuk untuk anak, karena hal tersebut bisa menyebabkan fatal bila tidak diketahui akan kegunaan dan mamfaatnya. Rabu, (19/10/22).

Tedy mengatakan, perihal ini sebagaimana dilansir Reuters, Pemerintah Gambia pada Jumat lalu mengabarkan bahwa jumlah kematian anak akibat cedera ginjal akut, yang diduga terkait dengan sirup obat batuk buatan India telah meningkat sebelumnya 66 menjadi 70.
Gambia mengungkapkan, jumlah kematian anak terkait sirup obat batuk buatan India telah meningkat menjadi 70 orang. Presiden Gambia, Adama Barrow langsung memberikan arahan terbaru pada pertemuan kabinet darurat untuk membahas masalah tersebut.
Sirup yang dibuat oleh Maiden Pharmaceuticals Ltd yang berbasis di New Delhi, Sejak insiden itu, salah satu pabriknya di India utara ditutup karena otoritas kesehatan di sana sedang menyelidiki kasus ini.

Baca Juga :  WNI yang Ditangkap otoritas Arab Saudi Gegara Rekam Jenazah Kini Sudah Dibebaskan

Menurut laporan terkini, Direktur Pelayanan Kesehatan Gambia Mustapha Bittaye mengatakan bahwa dia telah menarik penjualan empat merek obat dari pasar karena insiden di Gambia. Keempat produk sirup obat batuk tersebut yaitu Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup dan Magrip N Cold Syrup.

Dikabarkan juga bahwa WHO telah mengeluarkan peringatan global untuk empat sirup obat batuk tersebut, Diduga produsen obat Maiden Pharmaceuticals tidak memiliki jaminan keamanan dalam penggunaan produk.

Baca Juga :  Kurung Waktu Satu Bulan, Bareskrim Polri Bongkar 397 Kasus TPPO

Disamping itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) telah menegaskan bahwa keempat produk obat batuk pemicu gagal ginjal akut misterius di Gambia, tidak terdaftar di Indonesia.

“Hingga saat ini produk dari produsen Maiden Pharmaceutical India, tidak ada yang terdaftar di BPOM,”ungkapnya pada media.

Kendati demikian, Tedy Kurniawan Bakri menyebutkan bahwa IAI Aceh telah mengintruksikan seluruh apotek untuk menghentikan sementara penjualan obat-obatan syrup hingga proses penelitian di Kementerian Kesehatan selesai, sesuai surat edaran Menteri Kesehatan.

“Ini sebagai langkah antisipasi, sehingga sementara waktu dihentikan dulu penggunaannya. Masyarakat tidak perlu panik, Apoteker akan memilihkan obat bentuk sediaan yang lainnya seperti tablet dengan dosis dan indikasi yang tepat sebagai pengganti obat syrup,”ungkapnya.

Baca Juga :  Polisi Ringkus Dua Residivis Curanmor di Langsa

Tedy menambahkan, adapun ciri-ciri gejala gagal ginjal akut ini diantaranya sulit buang air kecil, warna urine gelap, sesak nafas, mual dan muntah serta beberapa gejala lainnya. Saat ini pendataan masyarakat yang mengalami keluhan seperti ini terus dilakukan, kita harapkan tidak ada kasus seperti di gambia.

“kami menghimbau masyarakat tidak perlu panik, silahkan datang ke Apotek untuk berkonsultasi dengan apoteker tentang obat-obatan yang digunakan agar obat-obatan yang gunakan tepat dan aman,” tutupnya.

Share :

Baca Juga

Hukrim

Kejagung periksa lima saksi Perkara Minyak Mentah PT Pertamina

Hukrim

DPO Polres Langsa Sejak 2019, Akhirnya Manok Ditangkap di Aceh Timur 

Hukrim

Pemuda di Banda Aceh Curi Barang Pecah Belah Milik Warga, Kini Meringkuk Dalam Sel 

Hukrim

Tujuh Tahun Buron, Keuchik Mancang Dibekuk

Hukrim

KPK : Satu Tersangka Gratifikasi di MPR Terima Uang Rp 17 Miliar

Hukrim

Hakordia 2024, KPK : Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi untuk Indonesia Maju  

Hukrim

Napi Tewas Pesta Miras di Lapas, DPR akan Panggil Jajaran Ditjenpas

Hukrim

Belasan Rumah Warga di Baitusalam Dibobol Maling, Zulfikar Aziz Desak Polisi Bertindak Cepat