Home / Parlementaria

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:49 WIB

Ketua DPRK Banda Aceh Dorong Swasta Serap Tenaga Kerja, Soroti Tingginya Pengangguran

mm Redaksi

Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah ST memimpin RDPU bersama perusahaan swasta dan pemangku kepentingan terkait upaya peningkatan keterampilan pelaku usaha dan penyerapan tenaga kerja di Gedung DPRK Banda Aceh, Selasa (3/3/2026). Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah ST memimpin RDPU bersama perusahaan swasta dan pemangku kepentingan terkait upaya peningkatan keterampilan pelaku usaha dan penyerapan tenaga kerja di Gedung DPRK Banda Aceh, Selasa (3/3/2026). Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Banda Aceh – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, mendorong perusahaan swasta untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja di ibu kota Provinsi Aceh. Selain itu, ia juga meminta pihak perbankan memberikan kelonggaran syarat pembiayaan bagi pengusaha pemula agar lebih mudah mengakses modal usaha.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan angka pengangguran di Banda Aceh yang hingga kini masih tergolong tinggi dan bahkan berada di atas rata-rata nasional.

Hal itu disampaikan Irwansyah saat bertemu sejumlah perusahaan swasta dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait optimalisasi peningkatan keterampilan pelaku usaha guna mengurangi pengangguran di Banda Aceh. Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung DPRK Banda Aceh, Selasa (3/3/2026).

Menurut Irwansyah, persoalan pengangguran bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan peran aktif sektor swasta.

“Untuk menyelesaikan pengangguran, maka pihak swasta harus ikut berkontribusi, karena sektor swastalah yang saat ini mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Banda Aceh juga terus mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kedua sektor ini dinilai mampu membuka lapangan kerja baru sekaligus melahirkan wirausahawan muda.

Baca Juga :  Jalan Amblas di Gampong Pango Raya Banda Aceh Segera Diperbaiki Akhir Januari 2026

Namun demikian, Irwansyah meminta pihak perbankan agar memberikan kemudahan dalam persyaratan pembiayaan, khususnya bagi pengusaha yang baru memulai usaha.

Selama ini, kata dia, banyak program pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) mensyaratkan pengalaman usaha sebelumnya.

“Bagaimana mungkin seseorang memiliki pengalaman usaha, sementara mereka baru didorong untuk memulai usaha melalui UMKM agar bisa berkembang,” katanya.

Ia juga menyoroti kondisi yang dinilai paradoks di Banda Aceh. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut, penyaluran KUR kepada pelaku UMKM telah mencapai puluhan ribu penerima. Namun angka pengangguran masih belum menunjukkan penurunan signifikan.

Dalam data tersebut disebutkan, Bank Aceh menyalurkan KUR sebesar Rp1,5 triliun di seluruh Aceh. Sementara Bank Syariah Indonesia menyalurkan pembiayaan KUR hingga sekitar Rp3 triliun.

Baca Juga :  Subuh Berjamaah, Cara Pj Wali Kota Almuniza Ajak Warga Makmurkan Masjid

Meski penyaluran pembiayaan cukup besar, Irwansyah menilai masih banyak UMKM yang belum berkembang dan belum mampu naik kelas.

Ia juga menilai Banda Aceh saat ini cenderung mengembangkan diri sebagai kota jasa dan pusat UMKM. Karena itu, perbankan diminta mulai menyasar pembiayaan untuk sektor kreatif, seperti konten kreator, industri perfilman, serta berbagai jasa kreatif lainnya.

Sementara itu, Kepala BPVP Aceh, Rahmad Faisal, mengatakan lembaganya yang berada di bawah Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia telah menyediakan 12 jurusan pelatihan tenaga kerja di Banda Aceh.

Beberapa pelatihan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja, seperti keahlian pengelasan, barista, hingga pembuatan kue yang saat ini sedang berkembang.

Namun berdasarkan catatan BPVP, dari banyaknya lulusan pelatihan tersebut, hanya sebagian kecil yang terserap ke dunia kerja. Sebagian lainnya belum diketahui perkembangan kariernya.

“Meski demikian, kami terus meningkatkan kualitas pelatihan dengan program yang lebih modern serta memberikan sertifikasi bagi peserta,” katanya.

Sementara Ketua Komisi II DPRK Banda Aceh, M Zidan Al Hafidh, menilai sejumlah usaha potensial di Banda Aceh perlu mendapatkan pendampingan agar dapat berkembang dan naik kelas.

Baca Juga :  Melalui Dana Pokir Safaruddin, Jalan Cot Mane-Blangpidie Diperbaiki Tahun Depan

Ia juga menyoroti karakter generasi muda, khususnya Gen Z, yang dinilai memiliki akses informasi luas namun seringkali kurang mendalam.

“Akibatnya mereka cepat bosan, baik dalam dunia kerja maupun usaha,” ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah pelaku usaha dari sektor perhotelan di Banda Aceh juga mengakui masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan dari tenaga kerja muda, terutama terkait kegigihan, loyalitas, dan sikap hospitality dalam melayani pelanggan.

Bahkan, menurut mereka, hal sederhana seperti membiasakan tersenyum kepada pelanggan masih menjadi tantangan di lapangan.

Menutup RDPU tersebut, Irwansyah mengingatkan bahwa setiap tahun perguruan tinggi di Banda Aceh terus meluluskan ribuan sarjana baru. Namun serapan tenaga kerja masih sangat terbatas.

Jika tidak ada langkah konkret untuk memperluas lapangan kerja, ia khawatir angka pengangguran di Banda Aceh akan terus meningkat.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Parlementaria

Temui Menkopolhukam, Ketua DPRA dan Wali Nanggroe Serahkan Daftar Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

Advetorial

DPRA Panggil Bappeda dan Dinas Keuangan Bahas Lambatnya Realisasi APBA 2025

Parlementaria

Pemerintah Diminta Pertahankan Dana Otsus Aceh Tetap Dua Persen

Parlementaria

Ketua DPRK Banda Aceh Serahkan Becak Motor kepada Warga Penyintas Stroke di Lampriet

Daerah

HT Ibrahim Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Kunjungi Lapas Kelas III Lhoknga

Parlementaria

KPT Kunjungi Ketua DPRA

Parlementaria

Ini Hasil Fit and Proper Test Calon Anggota KIP Aceh

Parlementaria

Banmus DPRD Batu Bara Kunjungi Sekretariat DPRA untuk Konsultasi Penyusunan Agenda 2026