Home / Daerah / Pemerintah / Peristiwa

Kamis, 29 Januari 2026 - 18:04 WIB

Pemprov Aceh Terima 20 Ton Bantuan dari MyFundAction untuk Korban Banjir dan Longsor

mm Redaksi

Pemerintah Provinsi Aceh Terima 20 Ton Bantuan dari MyFundAction untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Banda Aceh, Kamis (29/1/2026). (Foto : Ist).

Pemerintah Provinsi Aceh Terima 20 Ton Bantuan dari MyFundAction untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Banda Aceh, Kamis (29/1/2026). (Foto : Ist).

Banda Aceh – MyFundAction, sebuah NGO internasional asal Malaysia, menyalurkan bantuan kemanusiaan lanjutan bagi korban banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh. Total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 16 hingga 20 ton barang kebutuhan bagi masyarakat terdampak bencana.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penanganan bencana yang telah dilakukan MyFundAction sejak awal musibah banjir dan longsor melanda beberapa daerah di Aceh. Penyaluran bantuan dimulai dari Kabupaten Pidie Jaya, kemudian dilanjutkan ke Bireuen, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Timur, hingga Aceh Tamiang.

Staf Ahli Gubernur Aceh, Almuniza Kamal, menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh membuka ruang seluas-luasnya bagi semua pihak yang ingin membantu korban bencana, termasuk bantuan yang datang dari luar negeri.

Baca Juga :  Menkumham Supratman : Hanya dengan kerja sama, kita bisa menghasilkan karya yang optimal

“Pemerintah Aceh, sesuai arahan Bapak Presiden dan Bapak Gubernur, sangat terbuka terhadap bantuan, tentu dengan skema yang saling menghormati antarnegara,” ujarnya, Kamis (29/01/2026).

Menurutnya, kolaborasi antara NGO internasional dengan NGO dan lembaga lokal di Aceh merupakan bentuk sinergi positif dalam penanganan bencana. Ia juga mengapresiasi keterlibatan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) yang turut berperan mendukung kelancaran distribusi bantuan di lapangan.

“Skema kerja sama ini mencerminkan solidaritas dan kepedulian lintas negara, yang sejalan dengan kebijakan serta semangat kemanusiaan Pemerintah Aceh,” ujar Almuniza.

Sementara itu, Global CEO MyFundAction, Ghafur Rahim, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan kali ini merupakan tahap ketiga, dengan fokus pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pangan. Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak untuk kembali bangkit pascabencana.

Baca Juga :  Dana TKD Rp1,6 triliun untuk Provinsi Aceh Cair Pekan Depan, Mendagri : jangan diselewengkan

“Alhamdulillah, pada sesi penyerahan bantuan kali ini kami menyasar tiga sektor utama. Pertama sektor pendidikan, dengan menyalurkan perlengkapan sekolah seperti tas, alat tulis, buku, Al-Qur’an, dan bahan bacaan lainnya,” ujar Ghafur,

Bantuan kemanusiaan ini dihimpun melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk pihak korporasi dan para kolaborator. Selain itu, sebagian bantuan juga berasal dari hasil usaha anak-anak muda di bawah naungan MyFundAction, yang keuntungannya dialokasikan untuk mendukung program-program kemanusiaan.

Di sektor kesehatan, MyFundAction menyalurkan bantuan berupa obat-obatan, dukungan tenaga medis, serta perlengkapan kebutuhan bayi seperti susu dan popok. Sedangkan di sektor pangan, bantuan diberikan dalam bentuk bahan kebutuhan pokok, pembukaan dapur umum, serta penyaluran sembako kepada para korban bencana.

Baca Juga :  Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Pastikan Penanganan dan Pemulihan Bencana Terkendali

“Untuk distribusi bantuan, MyFundAction mengerahkan empat unit truk dengan kapasitas sekitar lima ton per truk. Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 16 hingga 20 ton barang kebutuhan”, terangnya.

Ke depan, MyFundAction juga merencanakan program bantuan berkelanjutan yang difokuskan pada sektor pendidikan, seperti pembangunan madrasah, masjid, dan fasilitas pendukung lainnya. Selain itu, organisasi ini juga menyiapkan program penguatan ekonomi dengan mendukung pelaku usaha kecil, khususnya menjelang bulan Ramadan.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Tarmizi Ajak Media dan LSM Perkuat Kolaborasi dalam Buka Puasa Bersama di Meulaboh

Daerah

Jadi Tuan Rumah Pra Pora 2025, Tim Dayung Putri Berhasil Raih Finis Pertama

Daerah

Eks GAM Minta Pemerintah Tunda Pembagian Lahan Kopi

Internasional

Amerika Serikat Kirim Pesawat Militer Terbesar ke Dekat Iran

Daerah

Pemda Aceh Singkil tetap melelang proyek tanpa audit khusus

Aceh Besar

Mewujudkan Tata Kelola Gampong yang Kolaboratif dan Inovatif

Aceh Barat

BKPSDM Aceh Barat Umumkan 49 Nama Lulus Administrasi Seleksi JPT

Aceh Barat

Bupati Tarmizi dan Wakil Bupati Said Fadheil Gelar Kritik Konstruktif 100 Hari Kerja, Dorong Pemerintahan Transparan