Home / Banda Aceh

Sabtu, 25 April 2026 - 13:59 WIB

HUT Banda Aceh 2026 Jadi Momentum Evaluasi Pembangunan, DPRK Soroti Pemerataan hingga Gampong

mm Redaksi

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, mengenakan busana adat Aceh saat menghadiri rangkaian peringatan HUT Kota Banda Aceh, Rabu (22/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, mengenakan busana adat Aceh saat menghadiri rangkaian peringatan HUT Kota Banda Aceh, Rabu (22/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Banda Aceh harus menjadi momentum penting untuk refleksi sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap arah pembangunan kota.

Hal tersebut disampaikan Daniel usai mengikuti rangkaian kegiatan HUT Kota Banda Aceh, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, perjalanan panjang Banda Aceh sebagai kota bersejarah harus terus dijaga melalui kebijakan pembangunan yang adil, merata, dan berpihak kepada masyarakat.

Baca Juga :  SD Negeri 50 Banda Aceh Jadi Juara Umum ONMIPASA 2026, Dua Siswa Raih Absolute Winner

“HUT Banda Aceh harus menjadi momen evaluasi. Apa yang sudah berhasil harus dilanjutkan, dan yang belum harus berani kita perbaiki demi kepentingan rakyat,” ujarnya.

Secara historis, Banda Aceh yang dahulu dikenal sebagai Kutaraja merupakan pusat Kesultanan Aceh Darussalam serta menjadi simpul penting perdagangan dan keilmuan Islam di Asia Tenggara. Identitas tersebut masih kuat hingga saat ini, salah satunya tercermin melalui keberadaan Masjid Raya Baiturrahman sebagai ikon kota.

Baca Juga :  Gugatan Anak terhadap Ibu Kandung Karena Harta Digugurkan Hakim. Kuasa Hukum ucapkan Terimakasih

Selain itu, Banda Aceh juga pernah menjadi saksi tragedi kemanusiaan besar saat tsunami Aceh tahun 2004. Dari peristiwa tersebut, kota ini mampu bangkit dan kini dikenal sebagai simbol ketangguhan serta keberhasilan proses rekonstruksi.

“Sejarah panjang ini harus menjadi pijakan kita. Banda Aceh bukan sekadar kota pemerintahan, tetapi juga kota peradaban dengan nilai dan identitas yang kuat,” tegas Daniel.

Baca Juga :  Akses Wisata Ulee Lheu–Gampong Jawa Ditutup Sementara Saat Malam Tahun Baru 2026

Meski berbagai capaian pembangunan telah terlihat, Daniel menilai masih ada tantangan yang perlu diselesaikan, terutama dalam hal pemerataan pembangunan hingga ke tingkat gampong.

Ia menekankan bahwa pembangunan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat di seluruh wilayah Banda Aceh.

“Fokus ke depan adalah memastikan pembangunan benar-benar menyentuh masyarakat hingga ke tingkat gampong,” pungkasnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Wakapolda Aceh Hadiri Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 Tahun 2025

Banda Aceh

DPMG Banda Aceh Dampingi 4 Gampong Persiapan Lomba Gampong 2026

Banda Aceh

DPMPTSP Banda Aceh Susun Rancangan Qanun Insentif Penanaman Modal 2025, Dorong Investasi dan Ekonomi Kota

Advetorial

Seluruh Gampong di Banda Aceh Alokasikan Dana Pemberdayaan Masyarakat

Advetorial

Pemko Banda Aceh Tegaskan Penataan PKL Bukan Larangan Berdagang, UMKM Disiapkan Zona Khusus

Banda Aceh

Sedang Digugat di BAKI, Pemerintah Aceh Diminta Hati-hati Salurkan Dana Hibah ke KONI

Advetorial

Dinas Sosial Banda Aceh Tampung Sekeluarga Orang Terlantar di Bawah Jembatan Pangoe

Advetorial

Sapi Kurban Presiden Dibeli dari Peternak Aceh Seharga Rp83 Juta, Jadi Angin Segar bagi Perdagangan Ternak Lokal